Gagal Bayar WanaArtha Terjadi Sebelum Kejagung Blokir Rekening Benny Tjokro

    Eko Nordiansyah - 25 September 2020 10:18 WIB
    Gagal Bayar WanaArtha Terjadi Sebelum Kejagung Blokir Rekening Benny Tjokro
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan pemblokiran sekitar 800 Sub Rekening Efek (SRE) milik Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokro pada PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha atau WanaArtha Life bukan menjadi penyebab utama gagal bayar yang dialami asuransi itu.

    Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Ali Mukartono menjelaskan sesungguhnya WanaArtha telah mengalami gagal bayar pada Oktober 2019 atau sebelum pihak Kejagung melakukan pemblokiran rekening efek milik Benny Tjokro terkait kasus Jiwasraya.

    "Jangan sampai gagal bayarnya di sana kemudian digeser-geser menjadi tanggung jawab Kejaksaan, karena kejaksaan baru melakukan penyidikan perkara ini di akhir Desember 2019. Ini kita harapkan pihak kejujuran dari Direksi WanaArtha," kata Ali, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI, dikutip Jumat, 25 September 2020.

    Sebelumnya para karyawan dan nasabah WanaArtha melakukan protes di berbagai daerah guna mendesak Kejagung agar membuka pemblokiran rekening efek yang menjadi barang sitaan. Bahkan mereka juga melayangkan surat pada Presiden Joko Widodo atas hal tersebut.

    Namun Ali kembali menegaskan, pihaknya hanya menyita rekening efek WanaArtha terkait kepemilikan saham Benny Tjokro dan tidak ada kaitannya dengan nasabah lainnya. "Setelah demo dari pihak nasabah WanaArtha, oleh pihak WanaArtha sudah dilakukan pembicaraan dengan para pemegang polis itu menyatakan kejaksaan tidak salah menyita semacam itu," jelas dia.

    Namun, Ali mengatakan pihaknya tetap terbuka untuk melihat perkembangan yang ada terlebih soal status nasabah WanaArtha dan dorongan Presiden agar segera menyelesaikan kasus ini. Selain itu, pihak Kejagung sempat memanggil WanaArtha untuk menjelaskan sumber uang yang dimilikinya, namun pihak WanaArtha tidak pernah hadir.

    "Namun demikian kami masih membuka apakah, sejauh mana, karena ada dorongan dari Pak Presiden (Jokowi) dan sebagainya ada karena pengaduan ke Pak Presiden dari nasabahnya WanaArtha ini," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id