Pengembangan Industri Bahan Baku Obat Jadi Prioritas

    Ilham wibowo - 16 September 2020 18:21 WIB
    Pengembangan Industri Bahan Baku Obat Jadi Prioritas
    Ilustrasi industri obat. Foto: Antara/Rekotomo
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri farmasi bisa mandiri dari hulu hingga hilir. Pengembangan industri bahan baku obat saat ini menjadi prioritas terutama untuk mensubstitusi impor.

    "Pandemi covid-19 membuat kesigapan semua negara meningkat, termasuk dalam hal ketersediaan obat-obatan," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 16 September 2020.

    Struktur manufaktur industri farmasi di dalam negeri masih perlu diperkuat antara lain dengan memacu kegiatan riset untuk menciptakan inovasi produk. Dukungan penuh diberikan untuk mengoptimalisasi potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan petrokimia menjadi bahan baku farmasi, seperti pengembangan bahan baku obat parasetamol.

    "Pada kesempatan ini, kami memberikan apresiasi kepada PT Pertamina yang menjalin kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk dalam rangka pengembangan industri bahan baku obat parasetamol dari bahan baku benzene," papar Khayam.

    Pengembangan industri bahan baku obat merupakan satu di antara program Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 yang dikoordinasikan dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Upaya substitusi impor diyakini dapat membantu menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia khususnya di sektor farmasi.

    "Kami menyambut baik adanya sinergi kedua BUMN tersebut yang juga didukung oleh stakeholder terkait, karena diharapkan pula dapat meningkatkan daya saing industri kimia nasional, terutama pada lini industri antara (fine chemical maupun specialty chemical)," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id