BPS: Impor Februari Merosot 5,11% ke USD11,6 Miliar

    Husen Miftahudin - 16 Maret 2020 13:44 WIB
    BPS: Impor Februari Merosot 5,11% ke USD11,6 Miliar
    Ilustrasi impor. Foto : MI/Abdus.
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Februari 2020 mencapai USD11,6 miliar. Angka ini turun tajam sebesar 18,69 persen bila dibandingkan Januari 2020 dan merosot 5,11 persen ketimbang impor pada Februari 2019.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan penurunan impor terjadi di migas maupun nonmigas. Secara month on month (mom), impor migas minus 12,05 persen dari USD1,99 miliar menjadi USD1,75 miliar. Sedangkan impor nonmigasnya jeblok 19,77 persen dari USD12,28 miliar menjadi USD9,85 miliar.

    "Secara year on year (yoy), total impor Februari 2020 mengalami penurunan sebesar minus 5,11 persen dibandingkan dengan Februari 2019 di mana untuk migas itu naik 10,33 persen sedangkan nonmigas mengalami penurunan sebesar minus 7,4 persen," ujar Yunita dalam video telekonferensi di Jakarta, Senin, 16 Maret 2020.

    Berdasarkan penggunaan barang, impor pada bulan ini mengalami penurunan, baik secara bulanan (mom) maupun tahunan (yoy). Konsumsi ambles 39,91 persen (mom) dan minus 12,81 persen (yoy), bahan baku penolong melorot 15,89 persen (mom) dan turun 1,50 persen (yoy), serta barang modal turun 18,03 persen (mom) dan minus 16,44 persen (yoy).

    "Barang konsumsi yang turun yakni tanks and other armoured fighting vehicles (kendaraan tempur lapis baja), lalu buah pir, non rubber toys (mainan non karet), non sports footwear with other sols and rubber or plastic (alas kaki non-olahraga dengan sol dan karet atau plastik lainnya). Ini yang mendominasi penurunan impor pada barang konsumsi," jelasnya.

    Adapun komposisi impor RI selama Februari 2020 didominasi oleh bahan baku/penolong dengan struktur impor mencapai 76,63 persen. Sementara barang modal sebanyak 15,77 persen dan barang konsumsi 7,6 persen.

    Sementara penurunan terbesar impor nonmigas pada golongan barang HS dua digit terjadi di mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), mesin dan peralatan mekanis (HS 84), kendaraan dan bagiannya (HS 87), plastik dan barang dari plastik (HS 39), serta bahan kimia organik (HS 29).

    Negara-negara yang mengalami penurunan impor nonmigas paling besar adalah Tiongkok yang turun sebanyak USD1,95 miliar. Penurunan ini terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanis, lalu plastik dan barang dari plastik.

    "Demikian juga impor dari Hong Kong yang minus USD116,5 juta, Korea Selatan turun USD113,7 juta. Ke Singapura juga turun USD102,7 juta dan Vietnam yang minus USD86,4 juta," bebernya.

    Secara kumulatif Januari-Februari 2020, impor Indonesia mencapai USD25,87 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan 4,95 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD27,22 miliar.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id