Pemerintah Usul Stimulus Tambahan di Sektor Pariwisata

    Antara - 27 Maret 2020 12:59 WIB
    Pemerintah Usul Stimulus Tambahan di Sektor Pariwisata
    Ilustrasi wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Indonesia. Foto: dok MI.
    Jakarta: Pemerintah mengusulkan adanya extra benefit atau stimulus tambahan bagi sektor pariwisata yang dinilai paling terdampak oleh pandemi virus korona baru (covid-19).

    Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Rakor diikuti pula oleh Menko Perekonomomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Destri Damayanti.

    Wishnutama memandang perlu diberikan benefit khusus, semisal pengurangan pajak bagi hotel dan restoran yang tidak memutus hubungan kerja dengan para karyawannya.

    "Terkait dengan kartu prakerja kami menyarankan, ini diprioritaskan kepada karyawan yang mengalami PHK. Jadi untuk kartu prakerja yang training bisa dialihkan ke tahun depan, apalagi mengingat kondisi seperti saat ini," ujar Wishnutama dalam siaran pers di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 27 Maret 2020.

    Sementara itu, Menko Airlangga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skema seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), stimulus fiskal untuk membantu sektor pariwisata, dan juga program kartu prakerja sebagai social safety net bagi masyarakat yang paling terdampak.

    "Untuk stimulus fiskal tahap kedua, beberapa pasal seperti pasal 21 dan 25 itu di-extend ke sektor pariwisata. Kita juga sudah siapkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk masyarakat kita yang paling terdampak, kemudian untuk kartu prakerja juga sudah dialihkan untuk benefit bagi yang mengalami pemutusan hubungan kerja," jelasnya.

    Menurut Bank Indonesia, kondisi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan kondisi 2008, di mana pada saat itu dunia juga diterpa krisis ekonomi global.

    Namun, BI tetap memprioritaskan di bidang kesehatan masyarakat, jaring pengaman sosial, dan juga terus berupaya menstabilkan sektor keuangan.

    "Kita fokus ke penanganan kesehatan masyarakat, kemudian kepada program social safety net, karena ini berdampak sangat luar biasa bagi masyarakat. BI juga terus berusaha menstabilkan sektor keuangan, dengan cadangan devisa kita yang jumlahnya juga cukup besar," kata Deputi Senior Gubernur BI Destri Damayanti.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id