Stok Gula Industri Dialihkan untuk Konsumsi

    Ilham wibowo - 25 Maret 2020 17:39 WIB
    Stok Gula Industri Dialihkan untuk Konsumsi
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Muhammad Adimaja
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengalihkan stok gula rafinasi untuk industri menjadi gula konsumsi. Hal ini demi memenuhi stok gula konsumsi di toko ritel dan pedagang eceran yang semakin menipis.

    "Telah diambil keputusan di rakor untuk mengubah gula rafinasi yang selama ini untuk industri makanan minuman untuk diolah menjadi gula konsumsi," kata
    Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto melalui konferensi video di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.

    Suhanto menjelaskan gula rafinasi sebanyak 250 ton tersebut sudah berada di pabrik giling. Gila tersebut segera didistribusikan untuk memenuhi stok nasional selama satu bulan.


    "Mengubah gula (dari rafinasi menjadi konsumsi) itu hanya perlu dua sampai tiga hari dan akhir bukan ini stok gula tercukupi," ungkapnya.

    Dalam mencukupi kebutuhan Ramadan, stok gula konsumsi akan mendapatkan pasokan dari proses impor yang barangnya diperkirakan masuk pada Mei. Suhanto memastikan izin impor tersebut digulirkan dengan memperhatikan musim giling tebu petani di Tanah Air.

    "Akhir bulan ini impor yang sudah kami berikan 216 ribu ton dari izin impor 550 ribu ton. Artinya kebutuhan nasional satu bulan sebesar 229 ribu ton, jadi cukup untuk kebutuhan Juni," paparnya. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id