Penyebab Harga Gula Masih Tinggi

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Mei 2020 14:23 WIB
    Penyebab Harga Gula Masih Tinggi
    Terhambatnya jadwal impor menjadi penyebab tingginya harga gula. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab harga gula masih mahal di pasaran. Saat ini, harga gula mencapai Rp17.500 per kilogram (kg) dari target Rp12.500 per kg.

    "Ada beberapa impor yang jadwalnya tertunda karena beberapa daerah di negara lain melakukan pembatasan akibat lockdown virus korona (covid-19)," kata Airlangga di Jakarta, Rabu 13 Mei 2020.

    Airlangga menambahkan sejauh ini pemerintah mengatasinya dengan mengalihkan gula rafinasi menjadi gula konsumsi untuk memenuhi kebutuhan  pasar. Dia berharap pengalihan itu bisa menekan harga gula.

    "Memang itu (impor) yang menjadi salah satu persoalan terkait hal tersebut (harga gula)," lanjut Airlangga.

    Adapun Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penelusuran harga bahan pokok selama pandemi covid-19. Pasalnya, harga sejumlah bahan pokok lebih tinggi dari harga acuan.

    Jokowi mengkritisi harga rata-rata bawang merah nasional yang mencapai Rp51 ribu per kg, dari harga acuan Rp32 ribu per kg. Sedangkan harga gula pasir mencapai Rp17.500 per kg dari estimasi Rp12.500 per kg.

    "Saya ingin dilihat masalahnya ada di mana, apakah distribusi atau stok kurang atau ada sengaja yang mempermainkan harga," kata Jokowi.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id