SKK Migas Hemat Rp3,5 Triliun Gandeng BUMN

    Suci Sedya Utami - 31 Maret 2020 11:59 WIB
    SKK Migas Hemat Rp3,5 Triliun Gandeng BUMN
    Ilustrasi - - Foto: dok SKK Migas
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjalin kerja sama dengan induk dan anak usaha perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Potensi penghematan selama masa kontrak kerja sama lima tahun tersebut diperkirakan sebesar Rp3,5 triliun.

    Perusahaaan-perusahaan tersebut yakni PT Pertamina (Persero), PT Citilink Indonesia, PT Surveyor Indonesia (Persero) dan PT Sucofindo (Persero). Kerja sama dilakukan dalam hal peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kegiatan usaha hulu migas demi meningkatkan efisiensi di tengah penurunan harga minyak.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah efisien dalam meningkatkan produksinya "Tujuan kami adalah agar target produksi satu juta barel pada 2030 dapat tercapai. Kerja sama ini adalah salah satu alat untuk mengusahakannya,” kata Dwi dalam keterangan resmi, Selasa, 31 Maret 2020.

    Penandatanganan kerja sama antara SKK Migas dengan perusahaaan BUMN dilakukan secara terpisah dari kantor masing-masing. Semua pihak bersepakat tidak mengadakan seremoni dan pertemuan dalam rangka mencegah penyebaran virus korona.

    Dirut Pertamina Nicke Widyawati menambahkan untuk kerja sama dengan Pertamina akan dilakukan hingga Agustus 2024 dalam penyediaan kebutuhan barang operasi berupa bahan bakar, pelumas, dan petrochemical yang akan digunakan oleh industri hulu migas. Dengan adanya kerja sama tersebut, Pertamina akan memberikan potongan harga kepada sektor hulu migas, yang besaran diskonnya tergantung pada volume pembelian.

    "Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalisasi dan memaksimalkan penggunaan produk BBM, pelumas dan oil base yang dihasilkan Pertamina yang merupakan produksi dalam negeri untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi," tegasnya.
     
    Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan kerja sama ini memberikan potensi penghematan cukup signifikan yaitu sekitar Rp3,405 triliun selama periode kontrak atau Rp682 miliar per tahun.

    Kerja sama ini merupakan kelanjutan kerja sama yang pernah dilakukan kedua belah pihak pada 2014-2019. Berdasarkan data SKK Migas, selama lima tahun pelaksanaan kerja sama tersebut telah memberikan penghematan sebesar Rp1,684 triliun atau rata-rata penghematan setiap tahun mencapai Rp336,8 miliar.
     
    Nilai potensi penghematan periode kedua dapat ditingkatkan karena volume konsumsi BBM oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lebih besar dan karena ada peningkatan nilai diskon yang diberikan Pertamina kepada KKKS.
     
    Adapun Citilink akan memberikan memberikan potongan harga 20 persen dari basic fair atas harga tiket pesawat dan pemberian bagasi sebesar 20 kg secara gratis kepada calon penumpang dari pekerja SKK Migas dan KKKS.

    Dari pemberian diskon tersebut, SKK Migas dan KKKS menargetkan penghematan awal sebesar Rp1,5 miliar dan diharapkan bertumbuh seiring peningkatan kegiatan pada proyek-proyek besar di hulu migas.

    "Selain meningkatkan efisiensi, kerja sama ini akan memberikan ruang bagi KKKS untuk mengatur operasional lebih baik karena adanya pilihan pengunaan moda transportasi udara dengan biaya yang lebih kompetitif,” tambah Sulistya.

    Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan beberapa rute penerbangan Citilink menjangkau wilayah kerja yang masuk di KKKS eksplorasi. Diharapkan kerja sama ini membantu efisiensi kegiatan survey dan pemboran eksplorasi menjadi lebih optimal.


    Sepanjang 2019 volume penerbangan seluruh KKKS mencapai 184.221 pax dengan pengeluaran setara dengan Rp280 miliar. Melalui kerja sama dengan Citilink, pengeluaran untuk transportasi udara akan dapat semakin diturunkan dengan harga tiket yang kompetitif dan diskon 20 persen dari tarif dasar melalui layanan penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier/LCC)

    Selanjutnya kerja sama dengan Sucofindo-Surveyor Indonesia dilakukan untuk melakukan verifikasi realisasi TKDN kontrak barang dan jasa yang digunakan menunjang kegiatan KKKS. Melalui kerja sama ini Sucofindo-Surveyor Indonesia dan KKKS akan memberikan diskon minimal lima persen dari standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Iinkindo).
     
    Dengan diskon yang akan diberikan, potensi penghematan yang diperoleh hulu migas selama masa kontrak sekitar Rp7,2 miliar. Berdasarkan data 2019, pengeluaran seluruh KKKS untuk kewajiban verifikasi TKDN mencapai Rp105,3 miliar.

    Selain aspek biaya, kerja sama verifikasi TKDN dengan Sucofindo dan Surveyor Indonesia akan memberikan manfaat untuk standarisasi biaya verifikasi TKDN sejak WP&B, validitas database realisasi TKDN komoditas serta acuan referensi kemampuan dalam negeri pada proyek-proyek hulu migas.

    Sejak 2014, SKK Migas berhasil menjaga TKDN di atas 55 persen. Setiap tahun penggunaan TKDN dapat ditingkatkan, hingga di 2019 mencapai 61 persen dari total nilai pengadaan USD5,256 miliar atau mencapai USD1,964 miliar.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id