Tenaga Kerja Berkualitas Jadi Fondasi Masa Depan Indonesia

    Angga Bratadharma - 10 September 2020 08:15 WIB
    Tenaga Kerja Berkualitas Jadi Fondasi Masa Depan Indonesia
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Tenaga kerja berkualitas memiliki peranan penting terhadap fondasi masa depan Indonesia. Apalagi, bagian dari visi Industri 4.0 adalah adanya interaksi dan persimpangan antara data, manusia, dan mesin yang salah satu rintangannya adalah tenaga kerja terampil.

    Mengutip Survei Gaji Robert Walter 2019, Kamis, 10 September 2020, dilaporkan adanya peningkatan perekrutan di bidang perbankan dan keuangan, teknologi informasi, dan ritel online. Mendukung gagasan ini adalah temuan Global Business Guide bahwa Indonesia akan membutuhkan sekitar 185 ribu bankir syariah selama lima tahun ke depan.

    Konsultan ahli perekrut Michael Page juga menyoroti  pertumbuhan posisi teknologi informasi dan media digital bagi lulusan muda, sebuah bidang rekrutmen lain yang sangat menarik perhatian. Di semua bidang ini, ada satu lagi keterampilan yang tidak boleh dilupakan kepentingannya yaitu kemampuan untuk berbahasa Inggris dengan lancar.

    Kebutuhan ini didukung oleh fakta bahwa bahasa umum di ASEAN adalah bahasa Inggris. Berangkat dari itu, Central Queensland University (CQU) Jakarta Centre turut serta mengambil peranan dengan mengajar program-program di semua bidang berpotensi di Industri 4.0, dalam bahasa Inggris.

    CQU bekerja sama dengan Universitas Bakrie dengan harapan ikut membantu menciptakan tenaga kerja berkualitas di Indonesia.

    Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dengan kehadiran industri 4.0 akan menghilangkan jutaan lapangan pekerjaan. Namun di sisi lain revolusi industri tersebut juga dapat menciptakan lapangan kerja baru.
     
    "Dengan industri 4.0 kita akan kehilangan 26 juta pekerjaan, tapi kalau kita bisa menyiasati mungkin ada 43 juta-48 juta pekerjaan baru," kata Erick.
     
    Oleh karenanya untuk mencoba mengatasi lapangan kerja yang terdilusi dan mengambil peluang dari lapangan kerja baru, pemerintah membuat program prakerja yang dikhususkan untuk para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pekerja informal.

    Penerima bantuan program tersebut tidak hanya menerima dalam bentuk uang tunai namun juga dibantu untuk meningkatkan kualitas kemampuannya. Erick mengatakan peningkatan kualitas kemampuan sangat penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

    Erick berharap dengan program para pekerja yang terkena PHK dan pekerja informal bisa melakukan peningkatan kualitas kemampuan mereka. Sebagai contoh pekerja informal yang sebelumnya hanya bisa main gitar, dengan adanya peningkatan kualitas kemampuan dia ikut les atau kursus menyanyi sehingga kemampuannya menjadi lengkap dalam bermusik.
     
    "Akhirnya bisa main gitar dan nyanyi, jadi Iwan Fals baru kan. Kalau gitaran saja kan enggak meningkat. Hal-hal seperti ini kita harapkan adanya industri 4.0 ini adanya kenaikan (kemampuan)," pungkas Erick.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id