Legislator: Kenaikan HET Pupuk Subsidi Harus Diikuti Jaminan Ketersediaan

    Antara - 06 Januari 2021 10:02 WIB
    Legislator: Kenaikan HET Pupuk Subsidi Harus Diikuti Jaminan Ketersediaan
    Ilustrasi. FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi harus diikuti dengan jaminan ketersediaan pupuk bagi petani oleh pemerintah, yakni Kementerian Pertanian maupun PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai produsen.

    Menurut Dedi kenaikan HET pupuk ini masih wajar dan lebih baik bagi petani dibandingkan jika kondisi pupuk subsidi mengalami kelangkaan. Kondisi tersebut akhirnya memaksa petani harus membeli pupuk non subsidi.

    "Pemerintah dan Pupuk Indonesia harus bisa menjamin ketersediaan pupuk, baik di tingkat distributor maupun pengecer. Jangan sampai sudah (HET) naik, masih langka juga," kata Dedi, dilansir dari Antara, Rabu, 6 Januari 2020.

    Kementerian Pertanian menerbitkan kebijakan baru melalui Permentan 49/2020 yang mengatur HET pupuk subsidi. Dalam peraturan tersebut, harga pupuk urea yang semula Rp1.800 per kg, naik Rp450 menjadi Rp2.250 per kg, lalu pupuk SP-36 dari HET Rp2.000 per kg naik Rp400 sehingga menjadi Rp2.400 per kg.

    Sementara itu, pupuk ZA mengalami kenaikan Rp300 menjadi Rp1.700 per kg dan pupuk organik granul naik sebesar Rp300, dari yang semula Rp500 per kg menjadi Rp800 per kg. Hanya pupuk jenis NPK yang tidak mengalami kenaikan HET dan tetap Rp2.300 per kg.

    Dedi menjelaskan bahwa petani sudah menghadapi beban kelangkaan pupuk bersubsidi pada tahun lalu. Akibatnya, petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.

    "Melihat bahasa petani, mereka menilai daripada pupuk subsidi tidak ada di pasaran, kemudian harus membeli non subsidi dengan jumlah yang mahal, ya lebih baik naik saja, tidak apa-apa naik Rp100-Rp200," kata Dedi.

    Meski HET pupuk subsidi mengalami kenaikan, di sisi lain Kementerian Pertanian meningkatkan alokasi pupuk subsidi pada 2021 sebesar 10,5 juta ton, dari 2020 sebanyak 8,9 juta ton. Peningkatan jumlah alokasi pupuk subsidi ini diharapkan menjawab kebutuhan petani dalam menunjang produktivitas dan menjaga ketahanan pangan nasional.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id