Asosiasi Pengguna Jasa Dukung Penyesuaian Tarif di Tanjung Priok

    Antara - 14 April 2021 19:51 WIB
    Asosiasi Pengguna Jasa Dukung Penyesuaian Tarif di Tanjung Priok
    Pelabuhan. Foto : MI/Warsito.



    Jakarta: Penyesuaian tarif layanan di Pelabuhan Tanjung Priok mulai 15 April 2021 mendapat dukungan dari asosiasi pemilik barang dan pengguna jasa pelabuhan.

    Selain perubahan tarifnya relatif rendah, sejumlah pelabuhan seperti di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah menaikkan tarifnya pada Febuari tahun lalu.






    Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Subandi mengatakan bahwa pihaknya menyetujui penyesuaian tarif karena Pelindo II telah menghapus biaya cost recovery sebesar Rp75 ribu per box yang selama ini harus dibayar pemilik barang. Selain itu tarif progresif penumpukan (storage) peti kemas diturunkan maksimal hanya 600 persen, bukan lagi 900 persen.

    “GINSI menyetujui penyesuaian tarif itu karena usulan kami terkait penghapusan biaya cost recovery dan tarif progresif juga dipenuhi oleh Pelindo II. GINSI berharap penyesuaian tarif ini akan meningkatkan investasi dan kualitas layanan kepada pelanggan di Tanjung Priok," kata Subandi dikutip dari Antara, Rabu, 14 April 2021.

    Sementara itu Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengungkapkan bahwa asosiasinya turut menandatangani persetujuan penyesuaian tarif Lo-Lo dan storage peti kemas ekspor-impor pada 2019. Kesepakatan itu diteken oleh kepengurusan ALFI lama yang saat itu diketuai oleh Widijanto.

    “ALFI DKI Jakarta sudah menyetujui dan ikut menandatangani kesepakatan perubahan tarif Lo-Lo dan Storage Peti Kemas di Tanjung Priok," ungkap Adil.

    PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC mengumumkan mulai 15 April 2021 akan menyesuaikan tarif pelayanan untuk lift on-lift off (Lo-Lo) maupun storage peti kemas internasional (ekspor-impor) di pelabuhan Tanjung Priok.

    Dini Endiyani, SFVP Komunikasi Korporasi Kantor Pusat IPC menjelaskan tarif Lo-Lo peti kemas berukuran 20 kaki yang sebelumnya Rp187.500 per bok naik menjadi Rp285.500 per bok. Sementara Lo-Lo untuk peti kemas 40 kaki akan menjadi Rp428.250 per bok dari sebelumnya Rp281.300 per bok.

    Adapun tarif dasar storage dari Rp27.200 per bok/hari untuk peti kemas 20 kaki menjadi Rp42.500 per bok/hari. Sedangkan untuk peti kemas 40 kaki yang sebelumnya Rp54.400 per bok/hari menjadi Rp85 ribu per bok/hari.

    Dengan adanya penyesuaian tarif Lo-Lo dan storage peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok itu, IPC akan menghilangkan biaya cost recovery Rp75 ribu per bok yang selama ini dibebankan kepada pemilik barang.

    Pelindo II juga memangkas tarif progresif. Jika sebelumnya terhadap petikemas dengan masa tiga hari penumpukan dan seterusnya dikenakan tarif maksimal 900 persen, pada struktur tarif baru diturunkan, maksimal hanya hanya 60 persen.

    Menurut Dini, keputusan penyesuaian tarif Lo-Lo dan Storage peti kemas internasional (ekspor-impor) sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri perhubungan dan rekomendasi dari Kemenko Maritim dan Investasi (Marves).


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id