Menteri BUMN: Dengan LPI, Kita Bangun Proyek Nasional Tanpa Utang

    Husen Miftahudin - 23 Februari 2021 15:25 WIB
    Menteri BUMN: Dengan LPI, Kita Bangun Proyek Nasional Tanpa Utang
    Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN



    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan keberadaan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) merupakan salah satu bagian dari program Indonesia Tumbuh. Dengan LPI, pembangunan proyek nasional dapat dilakukan dengan pendanaan dari modal, bukan lagi dari utang.

    "Di sini yang menarik adalah bagaimana kita terus melakukan pembangunan proyek nasional yang sangat penting melalui modal, bukan utang lagi," ujar Erick dalam seminar virtual The Indonesia 2021 Summit: The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Medcom.id, Selasa, 23 Februari 2021.




    Erick menjelaskan pendanaan modal untuk pembangunan proyek nasional tersebut berasal dari dana pemerintah yang diinvestasikan melalui Indonesia Investment Authority (INA). Dalam hal ini pemerintah juga mengundang lembaga-lembaga keuangan negara lainnya untuk berinvestasi di Indonesia melalui INA.

    "Pemerintah juga mengundang partner di luar negeri yang percaya kepada pertumb ekonomi Indonesia untuk masa post-covid dan seterusnya. Karena kalau kita lihat kekuatan Indonesia ada dua, satu karena market yang besar, dua adalah sumber daya alam yang punya kekuatan tersendiri," tegasnya.

    Dengan cara tersebut, maka proyek pembangunan nasional dapat dilakukan melalui pendanaan dari modal, bukan lagi dari utang seperti yang dilakukan pemerintah saat ini. Langkah itu juga sekaligus untuk meningkatkan investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia.

    Pada saat ini, sudah ada komitmen sebanyak USD9,5 miliar atau setara Rp133,95 triliun (kurs Rp14.100 per USD) dana dari lembaga keuangan dunia yang akan diinvestasikan di Indonesia melalui INA.

    "Tentu Bapak Presiden menargetkan lebih tinggi di tahun ini dan tahun depan. Karena itu kemarin kita sudah melakukan roadshow ke beberapa negara, dan insyaallah ini juga akan ada kabar-kabar baik ke depan bagaimana partner-partner kita dari luar negeri bisa percaya kepada pertumbuhan dan investasi yang ada di Indonesia," tutup Erick.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id