Omzet Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang Tembus Rp50,9 Triliun

    Daviq Umar Al Faruq - 16 April 2021 21:34 WIB
    Omzet Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang Tembus Rp50,9 Triliun
    Bupati Malang M Sanusi, saat menyambut kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.



    Malang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur memiliki 1.334 koperasi dan 427.706 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) per Desember 2020. Seluruhnya menyerap tenaga kerja sebanyak 1.524.543 orang.

    "Omzet mencapai Rp50,9 triliun," kata Bupati Malang M Sanusi, saat menyambut kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, di Kantor Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Sae Pujon, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 16 April 2021.






    Sanusi menjelaskan, Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah yang dikenal dengan Bumi Koperasi di Jawa Timur. Pemkab Malang pun hingga saat ini terus berupaya untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas koperasi serta UMKM.

    "Yakni dengan berbagai kegiatan pembinaan dan program strategis, mengingat sektor koperasi dan UMKM merupakan sektor penting sebagai tumpuan perekonomian yang terbukti telah mampu bertahan di tengah krisis akibat pandemi covid-19," jelasnya.

    Sanusi menjelaskan, Kecamatan Pujon merupakan daerah yang memiliki potensi yang baik untuk memproduksi susu karena dukungan kinerja KPSP SAE Pujon. Koperasi tersebut dapat menunjukkan capaian yang positif walaupun harus diakui ada beberapa target yang tidak terealisasi akibat terkendala pandemi covid-19.

    "Tetapi pencapaian tersebut telah menunjukkan bagaimana kerja keras, komitmen dan konsistensi KPSP SAE Pujon untuk terus menjaga usaha sapi perah agar tetap eksis dan mampu memberikan profit, serta menggerakkan roda perekonomian utamanya di wilayah Pujon," ungkapnya.

    Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengaku pihaknya, ingin merevitalisasi koperasi-koperasi pangan yang sudah berdiri sejak lama seperti Koperasi Sae Pujon yang sudah berdiri pada 1968 lalu. Pemerintah telah menyediakan pembiayaan selama pandemi covid dengan bunga yang cukup murah tiga persen dan rata-rata bisa sampai sembilan persen dalam setahun.

    "Dalam hal ini koperasi Sae Pujon dapat mengembangan bisnisnya, mulai dari pengembangan kapasitas usaha, penambahan jumlah ternak, peremajaan bibit sapi yang lebih produktif dan juga teknologi pengolahan dan modernisasi pemasarannya," katanya.

    "Kami berkomitmen lewat LPDP untuk mendukung revitalisasi peningkatan produk susu di koperasi Kopsae Pujon, hal-hal yang saya kira penting dengan pengadaan bibit yang lebih produktif karena ini kita perlu peremajaan supaya anggota bisa lebih sejahtera," imbuhnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id