Sejak 2015, Indonesia Berkomitmen Menanggulangi Isu Perubahan Iklim

    Eko Nordiansyah - 07 April 2021 10:51 WIB
    Sejak 2015, Indonesia Berkomitmen Menanggulangi Isu Perubahan Iklim
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan upaya Indonesia dalam melakukan penanggulangan dampak perubahan iklim sejak 2015. Salah satu upaya tersebut dengan melakukan reformasi subsidi bahan bakar.

    Pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak dan mendukung pendanaan penanggulangan dampak iklim seperti penetapan tarif emisi karbon.

    "Kami juga telah mendirikan lembaga baru, yaitu Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup untuk menggerakkan dan mengelola sumber daya keuangan lingkungan," katanya dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, Rabu, 7 April 2021.






    Pemerintah memiliki target mencapai komitmen penurunan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 29 persen dengan upaya sendiri. Sementara dengan dukungan internasional, target penurunan emisi ditargetkan mencapai 41 persen.

    Ia menyebut penetapan tarif emisi karbon dapat mempercepat aksi kolektif dan kemitraan dalam pendanaan iklim. Dari sudut pandang pembiayaan, negara maju harus mengubah komitmen mereka menjadi tindakan dengan menyediakan pembiayaan yang terjangkau untuk aksi iklim.

    "Pendanaan iklim dari negara maju perlu disampaikan dan dalam mekanisme pasar yang efisien untuk pendanaan iklim dapat dirancang sehingga obligasi hijau atau sukuk dalam hal ini pembiayaan dengan beberapa menteri menyebutkan bahwa mereka sekarang menerbitkan instrumen tersebut akan mendapatkan persyaratan yang lebih menguntungkan daripada obligasi biasa," ungkapnya.

    Sebagai Ketua Koalisi Menteri Keuangan Dunia untuk Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani menyarankan agar semua negara dapat melihat berbagai opsi kebijakan dan menyesuaikan dengan kebutuhan dari keadaan nasional dan kondisi ekonomi yang berbeda, terutama dalam upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

    Selain itu, pada saat yang sama negara-negara juga tetap bisa memulihkan ekonomi dan memacu pertumbuhan. Koalisi dalam hal ini akan menjadikan dirinya sebagai forum untuk melakukan kerjasama produktif dan membuat kemajuan bersama.

    Menurutnya, Indonesia siap melanjutkan pekerjaan sebagai co-chair dari koalisi Menteri Keuangan Perubahan Iklim ini bersama dengan Finlandia. Komitmen Indonesia untuk bekerja sama dan menciptakan sinergi antara koalisi dan forum internasional lainnya.

    "Termasuk persiapan kita untuk tahun depan menjadi tuan rumah G20. Semoga kita semua terus meningkatkan peran kita sebagai Menteri Keuangan untuk mendorong perubahan dan meninggalkan warisan yang kuat dalam menangani dampak perubahan iklim untuk menyelamatkan generasi penerus kita," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id