Perusahaan Swasta Pasang Aspal Campuran Sampah Plastik di Kudus

    Husen Miftahudin - 08 April 2021 21:33 WIB
    Perusahaan Swasta Pasang Aspal Campuran Sampah Plastik di Kudus
    Ilustrasi. Foto: Dok. Kementerian PUPR



    Jakarta: Sejumlah perusahaan swasta, PT Djarum dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendukung upaya pemerintah mengurai permasalahan sampah plastik. Upaya tersebut dilakukan dengan memasang aspal bercampur sampah plastik di area pabrik Djarum di Kudus, Jawa Tengah. Total area pengaspalan seluas 39 ribu meter persegi dan menggunakan campuran sampah plastik sebanyak 7,1 juta lembar.

    Sampah plastik yang digunakan adalah jenis High Density Polyethylene (HDPE), jenis yang umum digunakan untuk kantong belanja kresek. Program aspal plastik ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah diusung sejak beberapa tahun terakhir.






    "Kerja sama berbagai pihak sangat diperlukan untuk menanggulangi sampah plastik ini. Apa yang dilakukan oleh Djarum dan Chandra Asri ini menjadi salah satu contoh bahwa kita semua bisa berkolaborasi untuk turut membantu menanggulangi sampah. Saya tentu berharap ke depannya akan semakin banyak pihak yang terlibat untuk bisa menanggulangi sampah," ujar Plt Bupati Kudus Hartopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 April 2021.

    Senior Manager Corporate Affairs Djarum Purwono Nugroho mengatakan bahwa pihaknya bangga atas keberhasilan pengaspalan dengan memanfaatkan sampah plastik ini. "Apa yang dilakukan oleh Chandra Asri dan Djarum menjadi salah satu contoh bahwa kita semua bisa berkolaborasi untuk turut membantu menanggulangi sampah demi kehidupan berkelanjutan," tuturnya.

    Sementara itu, Vice President of Corporate Relations & Sustainability Chandra Asri Edi Rivai mengungkapkan kemitraan ini menjadi bukti dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengelola sampah plastik yang bernilai ekonomi menjadi campuran aspal.

    Chandra Asri sebelumnya juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon, Tegal, Semarang, serta institusi pendidikan seperti Universitas Indonesia dan Universitas Dian Nuswantoro di Semarang dalam menerapkan aspal plastik ini.

    "Kami berharap perusahaan swasta lainnya juga akan terus mendukung upaya ini, dan berkolaborasi bersama dalam menangani permasalahan sampah plastik di Indonesia," jelas Edi.

    Adapun pemasangan aspal dengan campuran plastik ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian PUPR, memiliki peningkatan daya tahan sebesar 40 persen.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id