Relaksasi PPnBM Hanya untuk Mobil, Bagaimana dengan Motor?

    Adri Prima - 12 Februari 2021 13:32 WIB
    Relaksasi PPnBM Hanya untuk Mobil, Bagaimana dengan Motor?
    Proses produksi motor Suzuki GSX di plant1 Tambun. (dok medcom.id)



    Jakarta: Wacana pemerintah yang akan memberikan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor dipastikan akan meningkatkan gairah di industri otomotif nasional. 

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan usulan relaksasi PPnBM dapat meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian. Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, relaksasi akan dilakukan secara bertahap.  






    "Relaksasi PPnBM diusulkan untuk dilakukan sepanjang 2021, dengan skenario PPnBM nol persen untuk Maret-Mei, PPnBM 50 persen untuk Juni-Agustus, dan 25 persen untuk September-November," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Februari 2021.  

    Penerapan relaksasi PPnBM jelas akan berdampak pada penurunan harga mobil baru khususnya untuk mobil 1500 cc ke bawah yang dirakit di Indonesia. 

    Sebagai gambaran, mobil yang harganya saat ini di angka Rp100 juta on the road, maka nantinya akan mengalami penurunan sekitar 10 persen menjadi Rp90 juta. Kita ambil contoh, misal harga baru Mitsubishi Xpander adalah Rp 265 juta, maka dengan relaksasi PPnBM harga barunya menjadi Rp238 juta. 

    "Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp700 triliun. Industri otomotif juga merupakan industri padat karya, saat ini lebih dari 1,5 juta orang bekerja di industri otomotif yang terdiri dari lima sektor," lanjut Airlangga.

    Lalu bagaimana dengan motor, apakah relaksasi PPnBM ini juga berlaku? 

    Untuk saat ini, wacana relaksasi PPnBM hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat alias mobil. 

    Ada beberapa indikator yang bisa menjadi alasan kenapa relaksasi PPnBM belum diberlakukan untuk motor. 

    Pasalnya, penjualan kendaraan roda empat atau mobil selama pandemi (sepanjang 2020) mengalami penurunan yang drastis. Lain halnya dengan industri roda dua yang terbilang stabil di 2020 meski mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. 

    Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) membeberkan data penjualan motor periode Januari hingga Desember 2020 mencatat total penjualan (domestik dan ekspor) sebesar 4.363.408 unit, angka tersebut turun dibandingkan tahun 2019 sebesar 7.010.529 unit.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id