KPC PEN

    UU Cipta Kerja Ciptakan Banyak Peluang pada Sektor Telekomunikasi

    Gervin Nathaniel Purba - 07 Oktober 2020 19:43 WIB
    UU Cipta Kerja Ciptakan Banyak Peluang pada Sektor Telekomunikasi
    Menkominfo Johnny G Plate berbicara pada program Prime Talk Metro TV, Selasa, 7 Oktober 2020 (Foto:Dok.MetroTV)
    Jakarta: Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru saja disahkan dinilai memberikan sejumlah dampak positif, khususnya pada sektor telekomunikasi dan informatika. UU tersebut memberikan manfaat pada peningkatkan kualitas penyiaran, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

    Dari sisi penyiaran, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memastikan kualitas penyiaran akan lebih bagus. Pemanfaatan spektrum menjadi lebih efisien dan lebih sedikit ketika interferensi antar batas wilayah tidak terganggu.

    "Spektrum frekuensi yang digunakan oleh penyiaran kita 328 megahertz (Mhz), dan itu kepentingan analog. Pada saat kita bermigrasi ke digital, maka kebutuhan penyiaran hanya sebagian saja. Sisanya, 112 Mhz bisa digunakan pada broadband telekomunikasi," ujar Johnny, pada program Prime Talk Metro TV, Selasa, 7 Oktober 2020.

    Selain itu, penggunanaan spektrum frekuensi antara sisi penyiaran (televisi) dan telekomunikasi akan saling berbagi yang akan memberikan dampak digitalisasi nasional. Saat ini, sektor telekomunikasi memiliki bandwith 770 Mhz. Terlebih, frekuensi 770 Mhz merupakan frekuensi emas untuk telekomunikasi, sekaligus pita spektrum pengembangan 5G di Indonesia.

    "Teknologi multipleksing memungkinkan penyiaran memiliki kemampuan saing lebih baik terhadap dampak disrupsi teknologi, seperti munculnya OTT (Over the Top)," ujarnya.

    Dampak UU Cipta Kerja terhadap sektor ini juga akan mendorong pemanfaatan berbagai infrastruktur (infrastruktur sharing) yang dapat menekan biaya belanja modal (capex/capital expenditure) yang terlalu besar dan tidak efisien. Dengan demikian, perusahaan telekomunikasi dan penyiaran tidak perlu membangun infrastrukturnya masing-masing.

    Pengesahan UU ini, kata Johhnny, memungkinkan adanya digital dividen yang berpengaruh terhadap pengguna telekomunikasi. Dividen digital akan memberikan banyak manfaat kepada rakyat dan terhadap industri lanjutan. Misalnya, manfaat terhadap ekonomi digital dan industri lain yang berkaitan dengan telekomunikasi dan informatika.

    "Hal ini bisa menciptakan lapangan kerja yang begitu luas. Setidaknya ada 3,7 juta lapangan kerja baru dari dampak digital dividen, dan itu memberikan miliaran dolar," kata Johnny.

    Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan momentum ini dengan baik agar bisa mendatangkan investasi ke Indonesia, seperti tujuan awal diciptakannya UU Cipta Kerja dalam menarik minat investor.

    "Kalau mengacu pada Presiden Jokowi, ini waktunya rebooting, menyalakan kembali mesin ekonomi, mesin-mesin industri, telekomunikasi, dan penyiaran," ucap dia.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id