Luhut Tindak Lanjuti Kerja Sama Vaksin hingga Kecerdasan Buatan dengan Tiongkok

    Annisa ayu artanti - 11 Oktober 2020 12:11 WIB
    Luhut Tindak Lanjuti Kerja Sama Vaksin hingga Kecerdasan Buatan dengan Tiongkok
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
    Tiongkok: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan beberapa kemungkinan kerja sama dengan Tiongkok dengan bertemu secara langsung dengan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Wang Yi.

    Luhut mengatakan pentingnya untuk kedua negara bersinergi lebih erat pada tatanan bilateral, regional dan multilateral, khususnya dalam menghadapi situasi dunia yang tidak menentu akibat pandemi covid-19.

    Oleh karena itu, perdagangan dan investasi, kesehatan, pendidikan dan riset, vaksin, e-commerce, artificial intelligence (kecerdasan buatan) serta pertukaran budaya dan masyarakat menjadi topik bahasan utama dalam pertemuan bilateral kedua negara tersebut.

    Pemerintah Indonesia terbuka dengan segala kerja yang dilakukan dengan Tiongkok. Salah satunya rencana keterlibatan perguruan tinggi Tiongkok dalam pengembangan pusat konservasi, penelitian dan inovasi tanaman obat Tiongkok-Indonesia di Humbang Hasudutan, Sumatra Utara.  

    "Pusat ini bisa kaya sekali dengan herbal yang berjumlah 30 ribu species lebih, saya berharap dukungan dari Zhejiang University, Yunnan University, dan Pusat Riset Unggulan di Bidang Tanaman Obat dan Industri terkait," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Selain itu, kerja sama Two Countries Twin Parks yang sejak tahun lalu diusulkan oleh Pemprov Fujian juga ditindaklanjuti oleh Wang Yi. Luhut mengharapkan kerja sama ini bisa segera direalisasikan. Sebab, sudah ada lokasi di Bintan seluas 4.000 ha dengan infrastruktur pendukung yang sudah relatif baik.  

    Konsep kerja sama ini menurut Luhut bisa dikembangkan menjadi Two Countries Twin Parks with Multiple Zones, dengan menyiapkan setidaknya tiga kawasan industri Bintan, Batang, dan Aviarna Semarang.

    Kemudian, pengembangan Tsinghua South East Asia Center di Pulau Kura-Kura, Bali juga menjadi perhatian Pemerintah RRT. Dalam pertemuan itu Luhut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Tiongkok dapat mendorong para profesor dan pakarnya melakukan kolaborasi riset dengan Tsinghua South East Asia Center dan agar perusahaan teknologi seperti Huawei, dan Tencent ikut berinvestasi.  

    Menlu Wang Yi menyatakan bahwa Tiongkok selalu memandang hubungan Tiongkok-Indonesia dari sudut strategis. Kedua negara diharapkan dapat memperkokoh saling percaya politik dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.

    “Kerja sama di berbagai area telah mencapai progress yang luar biasa cepat," ucapnya.

    Terkait dengan kerja sama alih teknologi vaksin, Menlu Wang Yi melanjutkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kapasitas produksi vaksin terkuat di Asia Tenggara sehingga bisa menjadi peluang bagi perusahaan Tiongkok.

    “Kami akan mendukung perusahaan kami untuk meningkatkan kerja sama, khususnya berbagi teknologi dan pengalaman, supaya Indonesia bisa menjadi pusat produksi vaksin di kawasan Asia Tenggara," imbuhnya.

    Selain itu, kerja sama Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Iptek, belajar dari pengalaman Tiongkok juga akan menjadi salah satu kerja sama strategis jangka panjang kedua negara. Wang Yi akan menindaklanjuti permintaan Menko Luhut agar Tiongkok dapat berbagi pengalaman melalui program ini melalui Kementerian dan lembaga yang terkait.

    "Di era pandemik ini, kami masih bisa membebaskan semua kemiskinan sesuai target schedule kami, dan ini merupakan pertama kalinya sudah menghapuskan kemiskinan murni dalam sejarah 5.000 tahun. Kami bersedia berbagi pengalaman dengan Indonesia, dan akan menghubungkan dengan kantor yang terkait," pungkasnya.

     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id