Perkuat Ekspansi Pasar Ritel, RNI Rebranding Produk

    Suci Sedya Utami - 12 Oktober 2020 14:26 WIB
    Perkuat Ekspansi Pasar Ritel, RNI <i>Rebranding</i> Produk
    PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) meluncurkan kemasan baru produk gula kristal putih Raja Gula. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
    Jakarta: Dalam rangka memperkuat ekspansi ke pasar ritel, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) meluncurkan kemasan baru produk gula kristal putih Raja Gula. Rebranding produk ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas gula yang dihasilkan perusahaan serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan produk gula di masyarakat.

    Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan selain meningkatkan nilai tambah, diharapkan keberadaan produk gula milik RNI dapat menstimulasi geliat bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia bilang sebagai produk BUMN, harga jual Raja Gula dipastikan tidak akan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sehingga warung, pelaku UMKM, maupun konsumen bisa memperoleh produk dengan harga yang lebih terjangkau.

    "Kenapa hari ini kami launching, sebenarnya rebranding produk kami Raja Gula, bahwa kita harus mendorong masyarakat kita dari produsen, UMKM dan lain-lain harus pakai produk dalam negeri," kata Eko dalam peluncuran tersebut, Senin, 12 Oktober 2020.

    Eko mengatakan dalam pendistribusian Raja Gula, pihaknya akan memprioritaskan kerjasama dengan warung serta pelaku UMKM. Agar mudah didapatkan, pendistribusian Raja Gula dilakukan melalui kantor perwakilan cabang Rajawali Nusindo RNI Group serta secara online melalui e-commerce nushinushi.id milik Rajawali Nusindo, warung pangan, dan mitra warung pangan yang dikelola oleh BGR Logistic.

    "Saat ini Raja Gula telah tersebar di lebih dari 13 ribu outlet di seluruh Indonesia. Distributor RNI terus bergerak memperluas spreading guna menambah sebaran outlet. Raja Gula sendiri dijual dengan harga rata-rata di kisaran Rp12 ribu-Rp12.500 per kg," ujar dia.

    Menurut Eko, rebranding produk Raja Gula juga merupakan bagian dari agenda transformasi RNI yang tengah berjalan menuju penguatan lini bisnis pangan.

    Lebih lanjut, Eko menjelaskan mengenai perbedaan produk Raja Gula baru dengan yang lama. Menurutnya, selain dari sisi kemasan, yang membedakan adalah segmen pasarnya. Ketika diluncurkan tujuh tahun lalu, Raja Gula disiapkan untuk menyasar pasar menengah ke atas atau memenuhi kebutuhan gula premium, namun saat ini RNI lebih fokus menyiapkan Raja Gula sebagai produk yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Namun, dengan kualitas yang sama yakni menggunakan 100 persen gula tebu murni.

    Ia menambahkan rebranding produk Raja Gula mempertegas komitmen RNI dalam melakukan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat daya saing produk pangan dalam negeri. Penguatan hilirisasi relevan dengan tujuan pembentukan BUMN Klaster Pangan yang saat ini diketuai oleh RNI, yaitu untuk menata rantai pasok komoditas pangan nasional dari hulu hingga hilir.

    "Raja Gula merupakan salah satu dari sekian banyak produk pangan milik BUMN Klaster Pangan. Selanjutnya RNI akan meluncurkan berbagai jenis produk pangan lainnya seperti teh, minyak goreng, dan beras. Selain itu ada juga produk hand sanitizer yang terbuat dari etanol sebagai produk samping hasil pengolahan tebu. Saat ini konsepnya sedang dimatangkan," jelas Eko.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id