Selain Lumpur Lapindo, Ini Lokasi Sebaran Logam Tanah Jarang di Indonesia

    Suci Sedya Utami - 21 Januari 2021 22:09 WIB
    Selain Lumpur Lapindo, Ini Lokasi Sebaran Logam Tanah Jarang di Indonesia
    Ilustrasi. Foto: AFP
    Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, lumpur Lapindo-Sidoarjo memiliki potensi kandungan logam tanah jarang (rare earth).

    Logam tanah jarang merupakan komoditas mineral berkualitas tinggi yang menjadi bahan baku dalam pembuatan peralatan militer, mesin jet, satelit, sistem pengarah misil, dan laser.

    Potensi sumber daya logam tanah jarang cukup besar dimiliki Indonesia. Lantas di mana lagi sebaran logam tanah jarang?

    Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi telah melakukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi logam tanah jarang secara rutin sejak maraknya pencarian komoditas ini.

    Eksplorasi logam tanah jarang dilakukan di berbagai daerah untuk berbagai tipe cebakan seperti di daerah Parmonangan (Sumatra Utara), Belitung, Ketapang (Kalimantan Barat), Banggai (Sulawesi Tengah), Papua Barat untuk tipe lateritik, dan Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah untuk endapan tipe plaser.

    PSDMBP Badan Geologi Kementerian ESDM telah mengidentifikasi sebanyak 29 lokasi yang memiliki potensi logam tanah jarang. Secara rinci, potensi tersebut tersebar di 17 lokasi di Sumatra, tujuh lokasi di Kalimantan, tiga lokasi di Sulawesi, dan dua lokasi di Jawa.

    Mengutip data Badan Geologi, Kamis, 21 Januari 2021, berdasarkan kegiatan penyelidikan dan identifikasi tersebut, berikut beberapa daerah yang telah berhasil ditemukan kandungan logam tanah jarang:

    1. Sumatra, tepatnya di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
    Pada tahap penyidikan survei tinjau 2009, ditemukan sumber daya sebesar 4.891 ton. Kemudian di wilayah tersebut pada kegiatan eksplorasi 2013 juga ditemukan sumber daya 736,43 ton.

    2. Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
    Di wilayah ini dari penyelidikan eksplorasi 2015 ditemukan sumber daya logam tanah jarang sebesar 230.796 ton.

    3. Kabupaten Bangka Selatan.
    Pada 2018, total logam tanah jarang sebesar 7.079,885 bagian per miliar (part per million/ppm).

    4. Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.
    Di wilayah ini terdapat logam tanah jarang sebesar 26.024,41 ppm.

    5. Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
    Pada eksplorasi 2012, logam tanah jarang sebesar 660 ppm. Serta pada eksplorasi 2014 sebesar 14.634 ppm.

    6. Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Banggai.
    Provinsi Sulawesi Selatan dari tahap penyelidikan di 2014 pada dua blok masing-masing logam tanah jarangnya sebesar 403,67 ppm dan 181 ppm.

    Lebih lanjut, dari total 29 lokasi mineralisasi LTJ yang terungkap, baru sekitar delapan lokasi atau 30 persen telah dieksplorasi awal. Sementara sisanya 70 persen menjadi peluang dan target utama Badan Geologi ke depan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id