comscore

Kuota Pupuk Bersubsidi Terbatas, Petani Indramayu Berusaha Jaga Produktivitas

Husen Miftahudin - 21 April 2021 19:47 WIB
Kuota Pupuk Bersubsidi Terbatas, Petani Indramayu Berusaha Jaga Produktivitas
Ilustrasi pupuk bersubsidi. Foto: dok. Kementan
Indramayu: Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu Dasma angkat bicara terkait sulitnya para petani di daerahnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurutnya, kondisi alokasi subsidi tahun ini mengalami penurunan dari tahun lalu, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri para petani.

"Pupuk bersubsidi bukan hilang, tapi memang karena kuota yang tersedia tidak memenuhi jumlah pupuk yang diusulkan. Hal ini berdasarkan anggaran yang tersedia dari pemerintah yang memang terbatas juga," ungkap Dasma kepada wartawan, Rabu, 21 April 2021.

 



Jika merujuk pada data alokasi pupuk bersubsidi 2021, para petani Indramayu memang mengalami penyesuaian jatah yang cukup signifikan. Berdasarkan data SK Dinas Kabupaten Indramayu Nomor 06 Tahun 2021, total alokasi pupuk bersubsidi Indramayu hanya sebesar 92.095 ton, padahal di 2020 Indramayu mendapatkan alokasi sebesar 134.530 ton.

Penurunan alokasi terbesar terjadi pada pupuk subsidi jenis SP-36 dan ZA yang pada 2020 Indramayu menerima jatah SP-36 sebanyak 14.145 ton, sedangkan tahun 2021 jatah yang didapatkan hanya sebanyak 319 ton. Untuk jenis ZA, tahun lalu sebanyak 8.703 ton, sementara di 2021 hanya dapat 1.650 ton.

Begitupun untuk jenis NPK, tahun lalu memperoleh alokasi sebanyak 51.130 ton, sedangkan di 2021 hanya memperoleh 31.102 ton. Sementara untuk jenis Urea dan Organik meski turun, namun tidak terlalu signifikan. Terlebih di tahun ini pemerintah juga menambah alokasi pupuk organik cair.

Diakui Dasma bahwa keterbatasan kuota pupuk subsidi untuk Indramayu tersebut terjadi lantaran belum semua petani menerima sosialisasi. Dengan adanya keterbatasan pupuk subsidi tersebut, para petani di Indramayu tetap berusaha maksimal untuk tetap menjaga produktivitas.

"Maka bagi petani bukan soal subsidi atau nonsubsidi, yang penting barangnya ada. Alhamdulillah tidak kekurangan dan hasilnya panen bagus," jelas Dasma.

Sebelumya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Indramayu untuk melihat panen di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua. Dalam kesempatan itu, Jokowi mendapati aspirasi dari petani tentang kesulitan mengakses pupuk bersubsidi.

"Tadi ada keluhan dari petani soal harga pupuk subsidi terutama yang masih sering hilang pupuknya, sulit dicari. Ini masukan yang baik," tutur Presiden saat itu.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id