comscore

Tokopedia Angkat UMKM yang Usung Produk Ramah Lingkungan

Angga Bratadharma - 13 Januari 2022 16:06 WIB
Tokopedia Angkat UMKM yang Usung Produk Ramah Lingkungan
Ilustrasi. FOTO: Tokopedia
Jakarta: External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengungkapkan Tokopedia mengajak dan mendukung masyarakat Indonesia dalam berperan aktif menjaga lingkungan. Salah satu yang dilakukan dengan memberikan panggung bagi para pegiat usaha lokal yang mengusung produk atau inisiatif ramah lingkungan.

Adapun UMKM yang ramah lingkungan itu yakni Bukan Plastik dan Batik Mahkota Laweyan. Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang di Tokopedia yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Produk Bukan Plastik menggunakan material organik yang ramah lingkungan khususnya untuk kantong belanja dan sedotan.
Berawal dari kegemaran membaca sejak kecil dan kesadaran akan pentingnya melestarikan bumi, Aisa Putri Wibowo mendirikan usaha Bukan Plastik pada April 2020 guna mengajak masyarakat maupun pegiat usaha lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual,” ungkap Aisa, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Januari 2022.

Menurut Aisa, kehadiran platform digital Tokopedia membantu Bukan Plastik mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. "Lewat Tokopedia, ribuan lembar kantong belanja Bukan Plastik terjual setiap bulannya dan penjualan kami meningkat hingga 10 kali lipat bahkan telah menjangkau wilayah Gorontalo," kata Aisa.

Contoh UMKM lokal di Tokopedia yang juga memiliki inisiatif peduli lingkungan adalah Batik Mahkota Laweyan dari Surakarta. Usaha ini dibangun oleh Alpha Febela pada 2005, satu tahun setelah hadirnya Kampoeng Batik Laweyan.

Perusahaan keluarga yang telah ada sejak 1960-an dan sempat vakum pada 1990-an ini hadir dengan memproduksi batik tulis motif abstrak. Produk Batik Mahkota Laweyan kini sudah ber-SNI dan untuk beberapa motif sudah didaftarkan untuk mendapatkan HAKI.

"Kami juga sudah menggunakan sistem IPAL untuk menjaga air tanah tetap berkualitas bagus sebagai upaya menghindari pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah batik kami,” papar Alpha Febela, Pemilik Usaha Batik Mahkota Laweyan.

Platform digital seperti Tokopedia membantu Batik Mahkota Laweyan meningkatkan transaksi hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

"Kami memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pembatik dan juga penjahit. Kami berharap dapat memperluas jangkauan pasar ke seluruh Indonesia melalui Tokopedia dan dapat memulihkan ekonomi masyarakat sekitar, dan juga terus konsisten menjaga kelestarian lingkungan," tutup Alpha.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id