comscore

PTPN Perbaiki Sistem Operasional Budi Daya Kopi

Ade Hapsari Lestarini - 23 Maret 2022 14:25 WIB
PTPN Perbaiki Sistem Operasional Budi Daya Kopi
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus mengembangkan kopi Nusantara dengan cara memperbaiki sistem operasional budi daya kopi. Hal ini agar sesuai dengan cara berkebun yang memenuhi kaidah good agricultural practices.

Direktur Pemasaran Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dwi Sutoro, sekaligus Ketua PMO Kopi Nusantara mengatakan hal itu saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pilot project di wilayah Gunung Ijen Bondowoso, Selasa, 22 Maret 2022. Kunjungan kerja dilakukan bersama dengan Tim PMO Nusantara guna memastikan program kerja yang telah disusun berjalan sesuai dengan rencana yang sudah dicanangkan Kementerian BUMN pada Januari 2022 lalu.
Melalui program Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara, Kementerian BUMN memperkuat sinergi para pelaku usaha kopi demi mendorong kemajuan ekosistem industri kopi di Tanah Air, serta mengelaborasi perusahaan BUMN termasuk PTPN dan swasta, serta asosiasi dan lembaga Research and Development (R&D) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas industri nasional, sehingga dihasilkan biji kopi terbaik yang memenuhi standar internasional.

"Kami optimistis, melalui sinergi dan kerja keras seluruh elemen dalam PMO Kopi Nusantara, dalam jangka 2-3 tahun mendatang, Indonesia akan menjadi market leader industri kopi dunia," kata Dwi Sutoro, dalam keterangan resminya, Rabu, 23 Maret 2022.

Produk unggul petani sejahtera

Lokasi yang dikunjungi oleh Tim PMO Kopi Nusantara berada di wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yaitu lokasi pilot project 1a dan 1b. Pilot project 1a merupakan Kerja Sama Operasional (KSO) antara PTPN XII dan PTPN V, dalam bentuk revitalisasi kopi Arabika di Kawasan Ijen.

Lahan project ini berada di Kalisat-Jampit dan Blawan, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Total luas lahan pilot project 1a mencapai 3.540 hektare (Ha), dengan pangsa pasar hasil panen kopi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik (20 persen) dan ekspor (80 persen). Target yang ditentukan dari pelaksanaan project plan 1a ini adalah peningkatan suplai Java Coffee ke pasar, replanting, dan kerja sama antar anak perusahaan PTPN Holding.

Sedangkan pilot project 1b berada di areal Perhutani KPH Bondowoso di Kecamatan Sumber Wringin dan Gunung Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang berfokus pada intensifikasi dan perluasan lahan kopi dengan pendekatan sustainable agriculture/agroforestry di hulu dan industrialisasi specialty di hilir.

Total luas lahan dalam project 1b adalah 250,62 ha yang melibatkan 400 orang petani. Pangsa pasar project ini 10 persen untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan 90 persen untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Target yang ingin dicapai melalui pilot project 1b antara lain meningkatkan produktivitas kopi, menjaga kelestarian hutan, memperbaiki pendapatan petani kopi, memberi kepastian pembelian, pendataan lahan, konsolidasi sistem pengelolaan, dan menghubungkan petani dengan pembiayaan formal.

Area pilot project di wilayah Bondowoso ini akan mulai panen raya pada Mei 2022 dengan target produktivitas pilot project 1a sebanyak 900 kg per ha dan target produktivitas pilot project 1b sebanyak 400 kg per ha.

Dwi Sutoro bersama Tim PMO Kopi Nusantara turut mengunjungi pabrik pengolahan kopi yang berada di bawah PTPN XII. Setelah melihat secara langsung proses pengolahan biji kopi yang berasal dari hasil panen petani binaan maupun kebun di wilayah kerja PTPN Group, Dwi Sutoro optimistis pada masa depan industri kopi nasional di pasar dunia segera menjadi market leader kopi Internasional.

"Saya berharap PTPN Group bersama PMO Kopi Nusantara terus meningkatkan proses R&D agar kopi asal Indonesia berkualitas tinggi dan menjadi produk terbaik di pasar internasional. Apabila hal ini dicapai, tentu akan berdampak pada perekonomian nasional dan kesejahteraan petani kopi Indonesia," ungkap Dwi Sutoro.

Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chains Reynaldi Istanto menambahkan, PMO Kopi Nusantara juga akan fokus pada traceability komoditas kopi yang dikembangkan platform digital. Traceability ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia dalam value chains kopi di mata dunia.

"Keberadaan ekosistem industri kopi Indonesia yang didukung dengan kolaborasi seluruh pihak serta platform digital untuk memastikan traceability dari produk kita akan memberikan nilai tambah lebih tinggi kopi Indonesia di pasar global. Ekosistem kopi ini juga kami harapkan bisa membuat harga kopi menjadi semakin kompetitif baik di kalangan petani hingga pelaku UMKM sehingga kesejahteraan masyarakat akan meningkat," ujar Reynaldi yang ditunjuk oleh Erick Thohir menjadi Wakil Ketua PMO.

Kementerian BUMN meluncurkan PMO Kopi Nusantara yang pendiriannya merupakan bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan industri kopi di Indonesia.  Tujuan lainnya adalah meningkatkan kesejahteraan petani kopi melalui program-program pendampingan serta membangun digital platform yang menjadi centre of excellence bagi industri kopi.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id