comscore

Kemenperin dan Kementerian ESDM Kolaborasi Perkuat Industri Hijau Indonesia

Antara - 04 Juli 2022 14:37 WIB
Kemenperin dan Kementerian ESDM Kolaborasi Perkuat Industri Hijau Indonesia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
Bogor: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen memperkuat industri hijau di Indonesia. Langkah itu dengan mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya yang berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri hijau merupakan salah satu isu yang lebih mudah untuk diselesaikan oleh dua kementerian karena mempunyai misi yang sama.
"Kalau kita berbicara terkait perindustrian, misi kami adalah untuk mengembangkan industri hijau sehingga produk-produk ini bisa menjadi produk hijau," ujarnya, dilansir dari Antara, Senin, 4 Juli 2022.

Menteri Agus menyampaikan ada banyak cara yang akan dikembangkan kementeriannya dan hal ini relevan dengan strategi yang dikembangkan Kementerian ESDM. Kementerian Perindustrian mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap pada industri-industri.


Hal itu agar bisa memberikan efisiensi bagi industri dan mewujudkan industri hijau di Indonesia, termasuk menyesuaikan perkembangan teknologi dengan tuntutan perkembangan zaman. "Kita tidak boleh lupa, teknologi pasti akan selalu menyesuaikan terhadap tuntutan di zamannya masing-masing," kata Agus.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi penangkapan karbon (CCS/CCUS) agar bisa mengurangi dan menekan emisi gas rumah kaca mengingat potensi batu bara di dalam negeri masih tergolong melimpah.
Baca: Menparekraf: Desa Wisata Jadi Program Unggulan

"Ini salah satu contoh dari upaya-upaya kami agar mendorong industri di Indonesia menjadi industri hijau, sehingga produk-produk yang diproduksi industri dalam negeri bisa semakin mendekati produk hijau," ucapnya.

Kementerian Perindustrian memandang industri hijau dapat menjadi penyangga dalam mempertahankan produk-produk di dalam negeri agar tidak terdampak parah akibat ketidakstabilan geopolitik dunia yang membuat harga komoditas dan energi melonjak signifikan, karena industri hijau memanfaatkan energi bersih yang bisa diperbaharui secara lebih mudah.

Dampak kenaikan harga bahan bakar dan bahan baku sangat signifikan oleh sektor industri mengingat komposisi bahan baku menyumbang 87,25 persen dari total biaya produksi, sedangkan bahan bakar, tenaga listrik, dan gas sebesar 5,87 persen.


Menteri Agus menerangkan, sektor industri sangat memerlukan dukungan pasokan energi yang berkesinambungan mengingat sektor ini menyerap 40 persen dari total kebutuhan energi nasional. Hal ini menjadikan sektor industri sebagai sektor pengguna energi terbesar kedua setelah sektor transportasi.

Pada 2019, sektor industri mengkonsumsi energi sebanyak 389,4 juta setara barel minyak dengan jenis energi batu bara, gas, dan listrik, selain minyak solar, dan minyak bakar. Dari total konsumsi energi tersebut, 85 persen digunakan sebagai bahan bakar sedangkan 15 persen sisanya digunakan sebagai bahan baku produksi.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan industri hijau penting untuk dikembangkan seiring dengan adanya penerapan pajak karbon yang kini semakin mendunia. Menurutnya, pajak karbon akan memberikan tekanan besar terhadap industri-industri di Indonesia, apabila mereka tidak melakukan program konversi dan menyiapkan energi bersih.

"Kita punya banyak sumber bahan energi bersih terbarukan yang harus kita manfaatkan. Kita harus bersyukur Tanah Air dikaruniai banyak sumber potensi yang harus kita manfaatkan," kata Menteri Arifin.

"Memang tentu saja dalam pelaksanaannya ada bottleneck yang harus kita bisa pecahkan bersama. Kami yakin dengan koordinasi dan komunikasi, kemudian dari hal-hal tersebut kami bisa rancang menjadi suatu program-program yang tepat," pungkasnya.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id