Tiga Strategi Peningkatan Produksi Blok Cepu

    Suci Sedya Utami - 12 Maret 2020 20:42 WIB
    Tiga Strategi Peningkatan Produksi Blok Cepu
    Blok Cepu. Foto: dok SKK Migas.
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegaiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berusaha mempercepat upaya peningkatan produksi dalam mengejar produksi minyak bumi satu juta barel per hari pada 2030.

    Beberapa upaya strategis diterapkan pada Blok Cepu, Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris berada, yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

    Berbagai optimalisasi di Proyek Banyu Urip hingga saat ini diklaim terbukti memberikan kontribusi lebih bagi Indonesia. Salah satunya adalah memastikan besaran cadangan Lapangan Banyu Urip meningkat dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan rencana pengembangan lapangan/plan of development (POD) pertama, dari 375 juta barel menjadi 940 juta barel.

    Selain itu, produksi minyak berhasil ditingkatkan 33 persen dari sebelumnya 165 ribu barel per hari (bph) menjadi 220 ribu (bph). Lebih jauh lagi, saat ini sedang dilakukan upaya peningkatan produksi menjadi hingga 235 ribu bph.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam pertemuannya dengan Presiden EMCL Louise McKenzie mengatakan potensi Lapangan Banyu Urip masih bisa ditingkatkan melalui tiga strategi untuk mengurangi laju penurunan produksi alami. Strategi pertama adalah memonetisasi gas ikutan untuk menghilangkan bottleneck produksi minyak di Lapangan Banyu Urip.

    "Kedua adalah menambah sumur sisipan untuk memproduksi minyak dari daerah reservoir karbonat yang belum terproduksikan," kata Dwi dalam keterangan resmi, Kamis, 12 Maret 2020.

    Strategi ketiga sejalan dengan transformasi SKK Migas dalam strategi percepatan resource to production (R to P) yaitu pembuktian upside potential di Lapangan Banyu Urip. Terdapat potensi cadangan tambahan yang berada lebih dangkal dari reservoir yang diproduksikan saat ini.

    EMCL akan melakukan evaluasi untuk melakukan pengeboran sumur kajian (appraisal wells) untuk menambah data karakteristik batuan dan produktivitas reservoir. Ketiga strategi ini dapat memberikan tambahan produksi puncak di 2024 sekitar lebih dari 30 ribu bopd.

    "Kami harapkan tambahan proyek ini selesai tepat waktu sehingga tambahan produksi dari lapangan Banyu Urip dapat terealisasi di 2022," jelas Dwi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id