Ekspor Rempah Indonesia Masih Rendah

    Antara - 26 Juni 2020 08:45 WIB
    Ekspor Rempah Indonesia Masih Rendah
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan hingga saat ini masih banyak kendala yang menyebabkan ekspor rempah tergolong rendah. Meski demikian, pemerintah berharap ekspor ini bisa dimaksimalkan guna mendukung aktivitas perekonomian Indonesia.

    "Permasalahan tersebut di antaranya adalah jumlah produktivitas kita masih rendah, salah satunya karena pohon sudah tua," kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Olvy Andrianita, dalam sebuah seminar, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.

    Selain itu, kurangnya pengetahuan dari petani mengenai budidaya di wilayah, membuat manajemen pasca panen menjadi terhambat. Nilai tambah rempah juga menjadi penghalang tersendiri yang patut untuk disoroti, misalnya masih dijual dalam produk mentah.

    Penolakan dari negara yang dituju juga menjadi kendala misalkan masih tingginya kandungan aflatoksin yang tinggi, karena kurangnya proses pengeringan. Namun, ia menjelaskan, rempah Indonesia masih sangat dibutuhkan di pasar dunia sampai saat ini, sehingga peluangnya masih besar.

    Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor sembilan komoditas pertanian dengan berat total 2.190 ton asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) ke 17 negara sekaligus. "Kita buktikan lagi yang tidak terganggu oleh pandemi covid-19, yang ekspornya juga tetap jalan adalah pertanian," kata Syahrul Yasin Limpo.

    Ia mengemukakan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian mencatat kenaikan sejak Januari hingga pertengahan Juni 2020 jumlah komoditas yang diekspor sebanyak 998,1 ribu ton dan meningkat dibanding periode sama tahun lalu yang hanya mencapai 812,3 ribu ton saja.

    Dirinya mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang tetap berproduksi di masa pandemi. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Mentan menyoroti komoditas baru asal Jatim, daun talas dan konjac atau tepung porang.

    Komoditas baru ini dipastikan sehat, kata dia, aman dan telah memenuhi persyaratan ekspor masing-masing 121,8 ton senilai Rp3,3 miliar konjac ke Thailand dan 5,6 ton senilai Rp55,5 juta daun talas ke pasar Australia.

    "Ini membuktikan bahwa, kita mampu, kita bisa dan kita harus bangkit. Kami akan dukung penuh apa yang bisa kita lakukan bersama," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id