Pelaku UKM Diminta Manfaatkan Peluang Ekspor ke Mesir

    Ilham wibowo - 29 Juli 2020 09:22 WIB
    Pelaku UKM Diminta Manfaatkan Peluang Ekspor ke Mesir
    Ekspor biji kopi ke Mesir mengalami peningkatan. Foto: dok MI.
    Jakarta: Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia dinilai perlu terus memanfaatkan pasar ekspor ke negara nontradisional seperti Mesir. Strategi yang tepat akan membantu penjualan secara berkelanjutan.

    Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy mengatakan peluang produk Indonesia sangat bisa diterima masyarakat Mesir. Kedekatan sejarah, sosial budaya, serta religi dapat menjadi pintu masuk untuk memasarkan produk-produk unggulan.

    "Mesir saudara tua Indonesia, kita dapat menaikkan rangking Indonesia sebagai salah satu mitra dagang nontradisional Mesir yang saat ini menduduki peringkat ke-19 sebagai negara asal impor untuk mesir dengan pangsa pasar sebesar 1,48 persen," tutur Helmy, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Juli 2020.

    Beberapa komoditas Indonesia masih mengalami kenaikan ekspor ke Mesir selama pandemi covid-19. Kenaikan yang rata-rata mencapai 200-300 persen seperti produk turunan minyak sawit, biji kopi, ban kendaraan, mobil, papan fiber kayu, mentega kakao, kelapa parut, bubuk kakao, rempah-rempah, minyak kopra, benang fiber sintetik, kertas tisu, sabun toilet, serta vaksin.

    Menurut Helmy, momentum kenaikan penjualan ini keberagamannya perlu terus dipertahankan. Kerja sama dengan komunitas Go Export juga telah dilakukan untuk  membina pelaku usaha dan mendorong kinerja ekspor Indonesia ke pasar Afrika.

    "Diharapkan pelaku usaha tetap optimistis, inovatif, dan produktif dalam meningkatkan kinerja perdagangan,” tuturnya.

    Perwakilan Perdagangan Atase Perdagangan RI di Kairo Irman Adi menyampaikan para pelaku UKM uang akan menjual produk-produknya ke pasar Mesir perlu menyiapkan strategi khusus. Fokus pertama perlu menyiapkan manajemen administrasi perusahaan dan kemampuan komunikasi bahasa Arab dan Inggris.

    "Kemampuan berbahasa sesuai dengan negara yang disasar, seperti Mesir dengan bahasa Arab, tentunya akan sangat membantu dalam proses ekspor," kata Irman.

    Kelengkapan legalitas usaha dan izin ekspor yang diakui pemerintah juga perlu disiapkan. Legalitas ini nantinya sebagai bekal untuk memenuhi persyaratan memasuki pasar internasional.

    Selanjutnya yakni mempersiapkan produk-produk berkualitas dengan kemasan menarik. Produk-produk yang siap ekspor adalah yang memiliki desain sesuai selera pasar, unik, bernilai tambah, kemasan yang menarik, harga yang kompetitif, serta kuantitas atau volume yang sesuai kebutuhan.

    Kehadiran media online, media sosial, dan situs web produk juga perlu dimanfaatkan sebagai sarana promosi. Menurut Irman, pemasaran melalu media tersebut juga efektif dalam mengenalkan produk ke pasar internasional sebelum melakukan kegiatan ekspor.

    "Kemudian menjalin kerja sama dengan penyedia transportasi untuk ekspor. Manfaat yang diperoleh para pelaku UMKM yaitu bisa mendapatkan harga khusus serta informasi terbaru mengenai tarif dan biaya ekspor barang ke mancanegara dengan mudah," ujarnya.

    Irman menambahkan fasilitas inaexport.id yang merupakan layanan satu atap untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam memperoleh informasi perdagangan ekspor juga bisa dimanfaatkan. Layanan tersebut penyempurnaan dari website CSC membership services yang sebelumnya digunakan oleh pelaku ekspor Indonesia.

    "Memanfaatkan layanan perwakilan RI di Mesir. Perwakilan perdagangan dan fungsi ekonomi di luar negeri siap membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan informasi regulasi dan pemenuhan standar di negara tujuan ekspor, serta intelijen pasar produk ekspor," jelas Irman.

    Pada periode Januari-Mei 2020, total perdagangan Indonesia-Mesir mencapai USD481,26 juta. Pada periode tersebut ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD417,08 juta sedangkan impor Indonesia dari Mesir sebesar USD64,17 juta.

    Sementara pada 2019, total perdagangan kedua negara mencapai USD1,15 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD1,01 miliar sedangkan impor Indonesia dari Mesir tercatat sebesar USD135,38 juta. Dengan demikian, Indonesia surplus sebesar USD877,40 juta.

    Komoditas ekspor Indonesia ke Mesir di antaranya minyak kelapa sawit, kopi, tembakau, benang sintetis, bubur kertas, kendaraan bermotor, dan kertas. Sementara komoitas impor utama Indonesia dari Mesir di antaranya fosfat, molasses, kurma, anggur, dan bawang putih kering.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id