Investasi Seret, BKPM Berharap pada BUMN

    Husen Miftahudin - 30 Maret 2020 20:38 WIB
    Investasi Seret, BKPM Berharap pada BUMN
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kuartal I-2020 ini. Laporan dari perusahaan pelat merah ini diharapkan dapat mengantisipasi potensi anjloknya investasi asing atau foregin direct investment (FDI) akibat merebaknya virus korona (covid-19).

    LKPM berupa laporan kegiatan penanam modal yang memuat perkembangan penanaman modal dan kendala yang dihadapi penanam modal. Laporan ini wajib disampaikan setiap perusahaan atas progres proyek investasi yang sedang berjalan ataupun yang sudah komersil secara berkala kepada BKPM.

    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui pemerintah kini tengah mengandalkan investasi dalam negeri. Sebab realisasi investasi asing berpotensi melorot imbas pandemi virus yang menyerang sistem pernapasan ini melanda di hampir seluruh negara yang ada di dunia.

    "Arahan Bapak Presiden untuk kuartal pertama ini jadi wanti-wanti kita semua karena FDI kita turun. Agar kita tidak terlalu jeblok, kita andalan investasi dalam negeri, salah satu pilarnya adalah BUMN," ujar Bahlil dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020.

    Karena itu, Bahlil meminta kepada seluruh jajaran direksi BUMN untuk segera melaporkan LKPM. Jika menemui kendala, dia mengaku siap mengirimkan tim untuk membantu direksi dalam pengisian LKPM.

    "Karena itu mohon Bapak Ibu sampaikan LKPM ke BKPM. Kalau ada masalah kami siap utus tim kami untuk asistensi pengisiannya," tegas Bahlil.

    Di sisi lain, BKPM akan terus mendukung keberlangsungan proyek-proyek yang tengah digarap perusahaan-perusahaan BUMN. Dukungan ini dilakukan dengan penekenan nota kesepahaman terkait percepatan perizinan berusaha, kegiatan promosi bersama (joint promotion), serta fasilitasi investasi perusahaan BUMN.

    Bahlil berharap nota kesepahaman ini mempercepat penyelesaian masalah perizinan yang dianggap selalu menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan proyek. "Harapan kami dengan MoU ini sekat-sekat persoalan ini bisa kita atasi bersama-sama," lugas dia.

    Sebelumnya, Bahlil menyebut realisasi investasi pada kuartal I-2020 ini masih tumbuh dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Bahlil mengungkapkan pertumbuhannya, antara lima hingga enam persen secara tahun ke tahun alias year on year (yoy).

    Bahlil menjelaskan pertumbuhan realisasi investasi disebabkan oleh investasi yang sudah berjalan antara 50 sampai dengan 60 persen, kemudian realisasi investasi mangkrak yang mencapai Rp200 triliun, hingga aksi jemput bola yang dilakukan BKPM untuk mengawal investasi.

    Adapun realisasi investasi yang dicatat BKPM pada Kuartal I-2019 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp195,1 triliun. PMDN tercatat sebesar Rp87,2 triliun dan PMA sebanyak Rp107,9 triliun. Bila diproyeksi ada pertumbuhan sekitar lima hingga enam persen, maka jumlah investasi yang terkumpul pada kuartal I-2020 ini sebanyak Rp204,8 triliun hingga Rp206,8 triliun.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id