BUMN Klaster Pangan Siap Terapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik

    Angga Bratadharma - 26 Agustus 2021 08:45 WIB
    BUMN Klaster Pangan Siap Terapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
    Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi. FOTO: RNI



    Jakarta: PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) memastikan seluruh BUMN Klaster Pangan melaksanakan penerapan tata kelola perusahaan yang baik di setiap perusahaan yang tergabung dalam BUMN Pangan. Langkah itu dilakukan RNI sebagai Koordinator BUMN Klaster Pangan.

    Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan sejalan dengan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa seluruh pejabat maupun insan BUMN Klaster Pangan patuh pada peraturan yang berlaku. Hal itu melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) seluruh perusahaan dari seluruh sektor mulai perikanan, padi dan hortikultura, perdagangan, dan lainnya.

     



    "Integritas adalah prioritas, oleh karenanya kami menjunjung tinggi Budaya AKHLAK di seluruh Insan BUMN Klaster Pangan," jelas Arief, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 Agustus 2021.

    Selain itu, Arief menambahkan, upaya-upaya transformasi BUMN Pangan telah disiapkan menuju Indonesia Holding BUMN Pangan di antaranya menekankan refocusing terhadap bisnis-bisnis yang akan diterapkan setiap BUMN pangan yang akan dimerger.

    "Refocusing terhadap bisnis-bisnis yang akan diterapkan setiap BUMN pangan yang akan dimerger," katanya.

    Salah satunya adalah transformasi BUMN Perikanan yang saat ini dalam proses tahapan penggabungan Perikanan Indonesia (Perindo) dan Perikanan Nusantara (Perinus). Terdapat transformasi bisnis untuk mendukung pemerintah sektor perikanan, khususnya dalam meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar internasional.

    Menurutnya, BUMN Perikanan ke depan akan ditingkatkan dengan memberikan manfaat kepada ekosistem nelayan, meningkatkan hasil offtake nelayan, nilai tukar nelayan, menjaga ketersediaan dan aksesibilitas produk perikanan, meningkatkan kualitas mutu produk, hingga pemberdayaan UMKM.

    Rencana penggabungan lainnya adalah pada sektor perdagangan dan logistik seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan BGR Logistics yang berperan untuk meningkatkan efisiensi logistik pangan di Indonesia, mengurangi food loss pada rantai produsen, dan meningkatkan penetrasi bisnis trading and logistik.

    Kemudian peningkatan pada keterjangkauan pembelian produksi nelayan dan petani hingga ke daerah pelosok di Indonesia dengan mengutamakan mutu dan kualitas produk pangan. Selain itu penggabungan juga dilakukan untuk peningkatan kapabilitas dan kapasitas operasional, mengurangi persaingan, dan menjaga kondisi industri.

    Arief mengungkapkan dari hasil kajian pun terdapat tren di beberapa sektor industri akibat kondisi covid-19 yang mendorong BUMN Pangan untuk melakukan perubahan dan percepatan. Seperti pada BUMN Pangan sektor padi dan hortikultura terdapat peningkatan efisiensi akibat menurunnya harga komoditas.

    Artinya peran penggabungan BUMN Pangan terkait akan meningkatkan dorongan pembelian secara daring dan perluasan basis pemasok bagi petani untuk memastikan pasokan. "BUMN Pangan mengedepankan Business to Business (B to B) bersamaan dengan mendorong inklusivitas untuk petani, peternak, dan nelayan," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id