Pertamina Batal Tambah Kapasitas Kilang BBM Jadi Dua Juta Barel

    Suci Sedya Utami - 31 Mei 2021 20:16 WIB
    Pertamina Batal Tambah Kapasitas Kilang BBM Jadi Dua Juta Barel
    Pertamina. Foto : Setkab.



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) batal menambah kapasitas produksi BBM di kilang yang awalnya ditargetkan menjadi dua juta barel per hari (bph).

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan perseroan merevisi target dua juta barel menjadi 1,4 juta bph. Saat ini kapasitas seluruh kilang Pertamina mampu memproduksi satu juta bph. Nicke mengatakan revisi tersebut dilakukan dengan melihat perkembangan transisi energi saat ini, terutama dengan adanya program pemerintah yang mendorong energi baru terbarukan serta kendaraan listrik.

     



    "Rencana dari satu juta ke dua juta barel per hari ini akan direvisi, dari satu juta akan dikembangkan ke 1.425.000 barel per hari. Jadi peningkatannya adalah 425 ribu," kata Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin, 31 Mei 2021.

    Dirinya mengatakan tambahan produksi yang terbesar nantinya akan berasal dari pembangunan kilang baru (grass root refinary/GRR) di Tuban yang akan menyumbang 300 ribu bph.  Kemudian tambahan lainnya berasal dari pengembangan kilang lama atau refinary development master plan (RDMP) Balikpapan sebesar 100 ribu bph dan RDMP Balongan sebesar 25 ribu bph.

    Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, yang merupakan subholding refinary and petrocgemical Pertamina, Djoko Priyono mengatakan progress proyek Kilang Tuban untuk pengadaan lahan dari milik warga serta Perhutani saat ini masuk pada tahap pembersihan (land clearing) tahap II yang hingga 13 Mei lalu mencapai 22,18 persen. Setelah ini pada akan masuk tahap III dan akan diselesaikan pada Oktober.

    Djoko mengatakan proyek Tuban akan onstream atau beroperasi pada Juni 2027 atau mundr enam bulan karena adanya penundaan front end engineering design (FEED) akibat adanya lockdown di negara licesor yang menangani. Hingga 14 Mei lalu progresnya baru mencapai 1,85 persen.

    "Sedangkan untuk Kilang Balongan saat ini progress-nya mencapai 33,09 persen. Rencananya akan onstream pada 2024," jelas Djoko.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id