Ekspor Tembus USD343 Juta, Kemenperin Pacu Inovasi Industri Mainan Anak

    Suci Sedya Utami - 16 Juni 2021 16:55 WIB
    Ekspor Tembus USD343 Juta, Kemenperin Pacu Inovasi Industri Mainan Anak
    Seorang pekerja merakit mainan produksi dalam negeri di Pasar Gembrong - - Foto: Antara/ Wahyu Putro A



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong inovasi dari produk mainan anak lokal agar berdaya saing dengan produk impor. Hal ini seiring melonjaknya pengapalan produk mainan anak dari USD320 juta sepanjang 2018 menjadi USD343 juta pada 2020.
     
    "Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja industri mainan anak agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan resmi, Rabu, 16 Juni 2021.

    Agus menjelaskan performa industri mainan anak nasional menunjukkan tren yang positif tercermin dari capaian nilai ekspor yang kian meningkat selama tiga tahun terakhir.
     
    "Potensi kita terdapat 131 unit usaha mainan anak pada skala industri menengah dan besar. Dari jumlah unit usaha tersebut, telah mempekerjakan lebih 36 ribu orang. Artinya, sektor padat karya ini termasuk yang memiliki orientasi ekspor," papar dia.
     
    Ia pun mengapresiasi peluncuran mainan Bima S sebagai karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Mainan tersebut lahir dari serial BIMA S produksi MNC Animation.

     



    "Dengan adanya launching Bima S toys ini, kami berharap dapat semakin menggairahkan kinerja industri mainan anak nasional," tutur Agus.
     
    Selain itu, ia meminta kualitas produk mainan anak harus sesuai dengan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). "Meskipun di tengah kondisi pandemi, tetaplah konsisten dalam semangat meningkatkan produksi dan inovasi dalam menciptakan senyum bahagia anak-anak Indonesia, dan juga di seluruh dunia dengan produk mainan anak yang mendidik dan menyenangkan," tegas dia.

    Terkait upaya menggenjot ekspor produk mainan nasional, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyebut pihaknya mengusulkan pemberian insentif berupa super deductible tax serta fasilitas fiskal berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) agar kinerja sektor industri mainan semakin produktif.

    "Bahkan, dalam upaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas, pemerintah menerapkan pemberlakuan SNI mainan anak secara wajib,” pungkas Gati.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id