Terpuruk Akibat Pandemi, Rugi Jika Pelaku Usaha Tak Manfaatkan Banpres Produktif

    Despian Nurhidayat - 18 November 2020 12:38 WIB
    Terpuruk Akibat Pandemi, Rugi Jika Pelaku Usaha Tak Manfaatkan Banpres Produktif
    Foto: AFP.
    Samarinda: Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan bahwa Bantuan Presiden untuk Pelaku Usaha Mikro (Banpres PUM) harus dimanfaatkan sebagai momentum agar pelaku usaha mikro tidak semakin terpuruk akibat pandemi covid-19. Pasalnya jika ini tidak dimanfaatkan dan penyerapannya dilakukan terlalu lama, menurut Zabadi, akan sangat berisiko bagi pelaku usaha mikro.

    "Ini akan sangat berisiko bagi pelaku usaha mikro. Jadi kita dorong untuk mempercepat realisasi ini," ungkapnya kepada Media Indonesia di sela kunjungan pelaku usaha mikro di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 17 November 2020.

    Selain itu, Zabadi menilai bahwa pelaku usaha mikro juga harus bisa memanfaatkan tren pasar yang kini telah merebak pada digitalisasi. Menurutnya, pelaku usaha mikro harus bisa memanfaatkan platform digital seperti e-commerce dan media sosial yang dikatakan memiliki peluang yang sangat lebar untuk membantu pemasaran produk mereka.

    "Karena itu kita berharap dapat menyusun profil pelaku usaha yang mampu bertahan di kala pandemi ini. Karena ini bisa menjadi best practices dan success story yang bisa menginspirasi teman-teman pelaku usaha lain. Sehingga kita tularkan virus-virus positif ke berbagai pelaku usaha lain, karena kita paham UMKM ini merepresentasikan 99,99 persen pelaku usaha di Tanah Air dan mereka harus mendapatkan dukungan agar mereka bisa eksis dan mampu recovery," kata Zabadi.

    Diana Mariana, seorang pemilik usaha makanan ringan di Samarinda, Kalimantan Timur merasakan langsung manfaat dari Banpres PUM ini. Sejak akhir 2017, Diana sudah mulai memasarkan makanan ringan dengan berbagai bahan olahan ikan yang diberi nama Dapoer Ikan Diana. Dia mengatakan bahwa omzet penjualannya sebelum pandemi mampu mencapai Rp10 juta per bulan.

    "Setelah pandemi, pendapatan saya turun sampai 50 persen atau sekitar Rp5 juta per bulan. Bahkan, tadinya saya mempekerjakan dua karyawan, tapi setelah pandemi saya harus mengurangi waktu mereka bekerja. Biasanya setiap hari jadi seminggu tiga kali saja," ungkap Diana saat ditemui di kediamannya Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 16 November 2020.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id