Januari 2021, PLN Mulai Lelang Proyek Konversi PLTD ke EBT

    Suci Sedya Utami - 24 November 2020 07:00 WIB
    Januari 2021, PLN Mulai Lelang Proyek Konversi PLTD ke EBT
    Ilustrasi. FOTO: MI/Bagus Suryo
    Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) berencana mulai melelang konversi Pembangkit Listrik Energi Diesel (PLTD) ke Energi Baru Terbarukan (EBT) pada Januari 2021. PLN bakal mengonversi 5.200 unit PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi di Indonesia menjadi pembangkit EBT.

    Direktur Mega Proyek PLN M Ikhsan Asaad mengatakan PLN akan menggandeng produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) dalam konversi tersebut. "Kami membuka peluang kerja sama dengan IPP. Di awal Januari kami akan buka tender," kata Ikhsan, dalam virtual the 9th Indonesia EBTKE ConEx, Senin, 23 November 2020.

    Konversi tersebut dilakukan untuk mendorong pengebangan EBT di Tanah Air sejalan dengan target bauran energi nasional. Selain itu, konversi pembangkit akan menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik yang selama ini cukup tinggi lantaran menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar. Konversi ini bisa menekan impor BBM.

    Bagi masyarakat, konversi pembangkit EBT ini membuat pemenuhan kebutuhan setrum lebih andal, mengingat beberapa daerah pengguna PLTD hanya bisa menikmati listrik sekitar 6-12 jam per harinya. "Sehingga ini akan membuat ekonomi masyarakat bisa tumbuh, seperti pariwisata, perikanan, dan lainnya. Ini menjadi prioritas kami," jelas Ikhsan.

    Konversi ini akan menghasilkan listrik EBT dengan kapasitas dua gigawatt (GW). Pada tahap pertama, PLN akan mengkonversi PLTD di 200 lokasi dengan kapasitas 225 megawatt (MW). Nantinya di tahap kedua kapasitas yang akan dikonversi sebesar 500 MW dan tahap ketiga 1.300 MW.

    Dirinya mengatakan 200 lokasi tersebut tersebar di seluruh Indonesia di antaranya di Papua, Maluku dan Aceh. Menurut dirinya, pemilihan 200 lokasi pada tahap awal mempertimbangkan kondisi PLTD yang telah berusia lebih dari 15 tahun. Selain itu berada di lokasi terpencil yang sulit dijangkau oleh sistem grid serta BPP listriknya sangat tinggi.

    Pihaknya telah menginventarisasi dan melakukan survei ke lokasi-lokasi tersebut yang pada umumnya memiliki radiasi matahari yang bagus, sehingga konversinya cukup untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Namun, ia bilang, di tahap selanjutnya sumber EBT yang akan digunakan berkembang. Misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin.

    "Jadi kita tidak hanya sebatas pada PLTS, tapi juga renewable energy lainnya," pungkas Ikhsan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id