Pembudidayaan Tambak Perlu Perkuat Pangsa Pasar Global

    Antara - 26 Oktober 2020 13:30 WIB
    Pembudidayaan Tambak Perlu Perkuat Pangsa Pasar Global
    Udang. Foto ; MI.
    Jakarta: Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan pembudidayaan tambak udang di berbagai daerah perlu dilakukan untuk lebih memperkuat pasar global antara lain dengan menerapkan berbudidaya yang ramah lingkungan.

    "Bisnis usaha budidaya tambak bisa terus dilakukan pembudidaya seperti di Kabupaten Brebes dengan selalu konsisten menerapkan kaidah Cara Budidaya Ikan yang Baik atau Good Aquaculture Practices (GAP), dengan syarat mutlak demikian dapat memperkuat preferensi konsumen dan bisa mendorong udang Indonesia di pasar ekspor," kata Slamet Soebjakto, dikutip dari Antara, Senin, 26 Oktober 2020.

    Ia mengingatkan produk udang Indonesia, selain dikirim ke Amerika Serikat, juga dikirim ke Jepang, negara-negara di kawasan Uni Eropa, serta Republik Rakyat Tiongkok.

    Slamet mengapresiasi usaha budidaya tambak udang yang berupaya menerapkan kaidah berbudidaya yang baik, seperti yang dilakukan kelompok Mulya Sari di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

    "Saya mengapresiasi usaha budidaya tambak udang yang dilakukan oleh kelompok Mulya Sari dii Desa Kaliwlingi Kab Brebes dengan H. Supandi sebagai ketua kelompok berkembang dengan baik. Awal berdirinya kelompok, di 2014 memiliki kolam 20 kolam, saat ini sudah mengelola kolam produksi sebanyak 34 kolam," ujar Slamet.

    Slamet menambahkan dengan berkembangnya jumlah kolam produksi yang dimiliki kelompok Mulya Sari, maka pihaknya juga terus mendorong penerapan budidaya udang berkelanjutan, termasuk di dalamnya kewajiban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang efektif.

    "Pengelolaan limbah melalui IPAL adalah syarat mutlak yang wajib dipenuhi para pelaku usaha agar bisnis usaha budidaya tambak udangnya berkelanjutan," tegas Slamet.

    Saat dimintai keterangannya, ketua kelompok Mulya Sari, Supandi mengatakan bahwa kelompoknya telah memulai aktivitas usaha budidaya tambak udang sejak 2014.

    Saat ini, lanjutnya, total lahan mencapai kurang lebih 12,3 hektare (ha) yang terdiri dari kolam produksi seluas 9,3 ha dan kolam tandon dan IPAL seluas tiga ha.

    Selain itu, ujar dia, Kelompok Mulya Sari dalam waktu dekat ini akan mencetak lahan yang masih ada seluas delapan ha untuk dibangun kolam produksi lengkap dengan kolam tandon dan IPAL.

    Supandi menjelaskan kunci sukses usaha budidaya tambak udang yang telah digeluti sejak 1986 antara lain menjaga kelestarian ekosistem adalah mutlak yang harus dilakukan sebagai wujud rasa syukur menjaga nikmat anugerah yang Tuhan berikan kepada kita serta dengan tetap menjaga kualitas lingkungan yang menjadi faktor paling utama melalui pengelolaan limbah yang efektif.

    "Kesuksesan usaha budidaya tambak udang tidak luput dari penerapan CBIB (Cara Berbudidaya Ikan yang Baik), dan biosecurity," tegas Supandi.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id