Kemenperin Minta Produsen Masker Kain Tak Khawatir Penerapan SNI

    Ilham wibowo - 21 Oktober 2020 16:56 WIB
    Kemenperin Minta Produsen Masker Kain Tak Khawatir Penerapan SNI
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi masker dari kain bersifat sukarela. Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) masih bisa leluasa memproduksi dan memperdagangkan masker yang selama ini telah dilakukan.

    Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan meski diperbolehkan membuat masker dari kain, produsen dianjurkan untuk tetap berpedoman pada parameter SNI 8914:2020 secara sukarela. SNI tersebut mengatur batasan pembuatan masker dari kain yang telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada 16 September 2020

    "Kami sampaikan kembali bahwa tujuan penetapan SNI ini adalah sebagai pedoman bagi industri dalam negeri untuk memproduksi masker kain dengan spesifikasi atau parameter yang ada di dalam SNI 8914:2020 tersebut, sehingga dapat mencegah penyebaran covid-19 dengan lebih baik dan lebih aman digunakan masyarakat," kata Elis melalui keterangan tertulis, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Elis menegaskan produsen dalam negeri yang sudah memproduksi maupun yang akan membuat masker kain tidak diwajibkan untuk mengurus sertifikat SPPT SNI bagi produknya. Menurutnya, sertifikasi bukan merupakan dasar adanya kewajiban pencantuman label SNI pada masker kain yang beredar di pasar maupun untuk melarang peredaran masker dari kain yang tidak berlabel SNI.

    "Masker yang sudah ada tetap dapat beredar, namun tentu saja tidak diperkenankan mencantumkan tanda SNI sebelum mendapatkan sertifikat SPPT SNI dari Lembaga sertifikasi Produk (LSPro)," paparnya.

    Dalam SNI 8914:2020, masker dari kain diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu tipe A untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel. Selain itu, masker tersebut juga setidaknya harus memiliki minimal dua lapis kain yang terbuat dari kain tenun dan kain rajut dari berbagai jenis serat tekstil.

    "SNI 8914:2020 tidak berlaku untuk masker yang dipergunakan untuk bayi maupun masker yang terbuat dari kain nir tenun (nonwoven)," tuturnya.

    Dalam SNI tersebut juga diinformasikan mengenai cara pemakaian masker kain, perawatan dan pencucian masker kain, cara melepaskan masker kain, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk menjaga kualitas masker. SNI 8914:2020 menyebutkan bahwa masker dari kain dapat digunakan dalam aktivitas di luar rumah, atau saat berada di ruangan tertutup seperti kantor, pabrik, tempat perbelanjaan, maupun transportasi umum.

    "Tanda SNI yang tercantum pada masker kain merupakan informasi kepada masyarakat dan diharapkan memberikan rasa aman terhadap jaminan kualitas, spesifikasi, dan kemampuan produk dalam melindungi pemakainya," pungkasnya. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id