Pengusaha Tolak Rencana Pemerintah Naikkan Cukai Rokok

    Eko Nordiansyah - 28 Oktober 2020 17:12 WIB
    Pengusaha Tolak Rencana Pemerintah Naikkan Cukai Rokok
    Tembakau. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Malang menolak kenaikan tarif cukai rokok untuk tahun depan. Alasannya, industri hasil tembakau tengah terdampak pandemi covid-19, sehingga kenaikan cukai dinilai akan menurunkan serapan tenaga kerja dan bahan baku tembakau.

    Ketua Gapero Malang Johni SH mengusulkan agar tarif cukai rokok untuk tahun depan tidak dinaikkan. Menurutnya, kenaikan cukai rokok ini akan berimbas pada penurunan hasil produksi sehingga pemasarannya pun ikut menurun.

    “Usulan dari asosiasi, tarif cukai tidak dinaikkan dulu karena industri hasil tembakau (IHT) juga terdampak saat pandemi,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Pemerintah berencana menaikkan tarif cukai hasil tembakau sebesar 13-20 persen pada 2021. Padahal selama pandemi, IHT tercatat mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni sebesar minus 10,84 persen secara year on year (yoy).

    Selain itu, penurunan produksi rokok pada kuartal II-2020 juga menyebabkan terjadinya kontraksi sebesar  minus 17,59 persen. Apabila cukai rokok naik sebagaimana yang direncanakan, maka dikhawatirkan produksi rokok akan menurun signifikan.

    Ketua Gapero Surabaya Sulami Bahar sebelumnya juga mendesak pemerintah agar tidak menaikkan cukai rokok dengan besaran tarif tersebut. Alasannya pun sama, yakni kenaikan cukai akan menyebabkan penurunan produksi dan serapan tenaga kerja.

    "Kalau cukai naik sampai 17 persen itu benar, kami prediksi produksi akan terjadi penurunan sekitar 40 sampai 45 persen pada 2021," kata Sulami kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Itulah sebabnya Gapero meminta agar pemerintah tidak mengubah kebijakan tarif cukai yang sudah ada. Saat ini memang belum ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), namun Gapero tidak bisa menjamin serapan tenaga kerja jika cukai tembakau terlalu tinggi.

    "Secara logis kalau terjadi penurunan produksi, pasti ada rasionalisasi tenaga kerja dan penurunan serapan bahan baku. Gapero tidak menolak sepenuhnya kenaikan cukai 2021, asalkan kenaikannya tidak terlampau tinggi. Ya naik moderatlah," ungkap dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id