Kemenaker Susun Strategi Penempatan Tenaga Kerja

    M Studio - 31 Maret 2021 18:58 WIB
    Kemenaker Susun Strategi Penempatan Tenaga Kerja
    Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi (Foto:Dok.Kemenaker)



    Jakarta: Perkembangan dunia usaha dan industri menuntut adanya penyesuaian sistem penempatan tenaga kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyusun kembali strategi penempatan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri.

    Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi menjelaskan perkembangan dunia usaha dan dunia industri harus diimbangi dengan sistem penempatan tenaga kerja yang tepat, sehingga keberadaan industri dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.






    "Kalau kita melihat situasi ketenagakerjaan saat ini adalah sebuah tantangan yang harus kita hadapi, serta bisa memberikan solusi yang tepat dari persoalan ini dengan program dan kegiatan yang dibutuhkan,” kata Sekjen Anwar saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Program dan Anggaran Ditjen Binapenta dan PKK Tahun 2021 di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.

    Salah satu tantangan bidang penempatan saat ini adalah angka penganggur terdidik yang terbilang tinggi. Bahkan dari sisi tingkat pendidikan, pengangguran dengan pendidikan tinggi terus bertambah.

    “Ini yang menurut saya menjadi suatu tantangan bagaimana kita merespons orang yang tingkat pendidikanya tinggi mempunyai akses untuk mendapatkan lapangan kerja,” katanya.

    Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Suhartono menambahkan tantangan bidang penempatan tenaga kerja semakin kompleks karena pandemi covid-19. Untuk itu, pada 2021, pihaknya akan menitikberatkan pada tiga kegiatan.

    Pertama, dukungan pemulihan ekonomi nasional. Kedua, dukungan program 9 Lompatan Kerja Menteri Ketenagakerjaan. Ketiga, dukungan periode keketuaan Menteri Ketenagakerjaan di level ASEAN.

    “Dari hal-hal itu yang menjadi perhatian kita semua, terutama untuk Para Direktur dan Kepala Balai, kembali mencermati proses perencanaan dan penganggaran di tahun 2021. Jangan ada lagi kegiatan yang tumpang tindih di antara unit kerja, kita harus mulai saling berkolaborasi dan berkoordinasi,” kata Dirjen Suhartono.

    Dirjen Suhartono mengatakan bahwa saat ini memang ada perubahan dan penyesuaian dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran.  Namun begitu, ia meminta jajarannya untuk tetap mencermati perubahan capaian target dan indikator-indikator kinerja pada Rencana Strategis Kemnaker Tahun 2020-2024.

    "Kita tidak bisa lagi berpikir business as usual, hal-hal baru yang ada perlu kita pelajari dan laksanakan bersama-sama. Tantangan terbesar dalam situasi saat ini yang kita hadapi adalah perubahan itu sendiri. Kita dituntut untuk bekerja lebih cepat dan cerdas menyesuaikan situasi yang terjadi di masyarakat, " kata Suhartono.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id