Kemenperin Dorong Produk Kearifan Lokal IKM Tembus Pasar Global

    Husen Miftahudin - 28 November 2020 10:24 WIB
    Kemenperin Dorong Produk Kearifan Lokal IKM Tembus Pasar Global
    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. FOTO: Kementerian Perindustrian



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) melalui program One Village One Product (OVOP) agar dapat mendongkrak daya saing dan memasarkan produknya di kancah nasional dan global. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah perbaikan desain kemasan.

    "Selain itu, kami akan bekali mereka tentang materi promosi dan publikasi sebagai bentuk rebranding dari produk OVOP tersebut," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, dalam keterangan resminya, Sabtu, 28 November 2020.

     



    Gati menyampaikan bahwa pihaknya bakal memberikan pelatihan ekspor kepada pelaku IKM yang mengikuti program OVOP. Bahkan, mereka juga difasilitasi partisipasi pada pameran berskala nasional maupun internasional serta business matching dengan buyer potensial.

    Menurutnya, program pembinaan IKM di sentra melalui pendekatan OVOP berangkat dari tiga prinsip dasar, yaitu produksi lokal namun bersifat global, kemandirian dan kreativitas, serta pembangunan sumber daya manusia. Hal ini diharapkan agar IKM OVOP dapat mengolah potensi lokal suatu daerah menjadi produk yang dapat diterima pasar secara global.

    "Sehingga pada akhirnya mendorong masyarakat menjadi mandiri dan termotivasi untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi perubahan sehingga dapat mentransformasikan tantangan menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan," paparnya.

    Salah satu narasumber pada acara sosialisasi IKM OVOP di Mataram yaitu Mawar Art Shop yang memproduksi aneka produk anyaman dari tanaman ketak. "Mereka membuktikan bahwa produk yang memiliki kearifan lokal tinggi mampu bersaing di pasar global," ungkap dia.

    Japan External Trade Organization (JETRO) bahkan telah melirik Mawar Art Shop untuk dijadikan salah satu IKM binaan pada kerangka kerja sama dengan Ditjen IKMA Kemenperin. Selama menjadi binaan Ditjen IKMA dan JETRO, Mawar Art Shop telah berpartisipasi pada pameran Tokyo Gift Show pada 2011 dan 2012.

    Setelahnya, Mawar Art Shop semakin percaya diri dan terus berpartisipasi pada pameran internasional lainnya seperti Seoul Gift Show di Korea, Hong Kong Fashion Week di Hong Kong, sampai dengan Madrid Intergift di Madrid.

    "Hingga akhirnya mereka berhasil mendapatkan buyer tetap dan berhasil melakukan ekspor secara langsung ke Jepang, Korea dan Amerika Serikat secara tidak langsung," imbuhnya.

    Gati menambahkan, Mawar Art Shop menjadi contoh bahwa produk dengan nilai kearifan lokal yang tinggi memiliki segmen pembeli di pasar global. "Dengan tekad yang kuat, konsistensi dan kreatifitas yang tinggi, IKM OVOP dapat berbicara lebih banyak di pasar nasional dan global," pungkas Gati.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id