Negara Bisa Hemat Rp500 Triliun Jika Masyarakat Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

    Husen Miftahudin - 27 November 2020 21:02 WIB
    Negara Bisa Hemat Rp500 Triliun Jika Masyarakat Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan
    Ilustrasi penerapan protokol kesehatan - - Foto: MI/ Bary Fathahilah
    Jakarta: Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Hasbullah Thabrany mengatakan negara bisa menghemat anggaran penanganan covid-19 hingga Rp500 triliun. Hal ini jika masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M disertai peningkatan cakupan 3T, yaitu pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

    "Apabila kita bisa disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M dan pemerintah aktif menjalankan 3T, kita dapat menghemat kerugian negara yang lebih besar lagi. Kita bisa menghemat sampai Rp500 triliun dan menggunakannya untuk membangun ekonomi Indonesia," ujar Hasbullah dalam keterangan resminya, Jumat, 27 November 2020.

    Menurutnya, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat kini menjadi prioritas pemerintah. Ini dilakukan melalui 3T dan terus menerus edukasi 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan selalu mencuci tangan pakai sabun. Ini penting untuk menekan penularan covid-19 lantaran pemerintah menanggung biaya perawatan rumah sakit bagi pasien covid-19.

    Hasil survei menunjukkan rata-rata biaya perawatan pasien covid-19 adalah sebesar Rp184 juta per orang. Selain biaya yang besar, masyarakat yang terdampak covid-19 yang tidak bisa bekerja secara produktif juga menurunkan pendapatan mereka. Belum lagi kerugian apabila ada warga negara yang meninggal di usia produktif, beban biaya keluarga yang ditinggalkan pasien.

    Hasbullah mencontohkan, jika pasien covid-19 dirawat selama 45 hari dan ditanggung secara mandiri, maka bisa mencapai ratusan juta rupiah. Tetapi saat ini, semua biaya perawatan covid-19 ditanggung oleh negara melalui Kementerian Kesehatan. Ia memperkirakan bila pasien dirawat di ruang ICU lebih dari 30 hari, maka biayanya bisa mencapai Rp15 juta per hari, dan jika ditotalkan menjadi ratusan juta.

    "Walaupun ditanggung pemerintah, bukan berarti masyarakat sudah merasa nyaman dan tidak peduli menjalankan protokol kesehatan. Ingat pada saat dirawat kita menjadi tidak produktif, itu sudah kehilangan banyak pendapatan per harinya. Belum lagi setiap hari pasien merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya, ini yang tidak bisa dihitung oleh uang," ucap dia.

    Cara terbaik agar masyarakat dan negara tidak merugi lebih besar lagi adalah dengan mencegah jangan sampai terkena covid-19. Oleh karena itu, masyarakat harus disiplin menjalani protokol kesehatan 3M.

    Upaya pencegahan ini akan diperkuat dengan vaksin covid-19 yang tengah dipersiapkan pemerintah. Misalnya nanti harga vaksin ditentukan Rp200 ribu, maka investasi ini lebih aman daripada terinfeksi dan memerlukan pengobatan.

    "Vaksin terbukti mampu memberikan ketenangan. Contohnya penyakit TBC, karena hampir semua orang sudah divaksinasi BCG sekarang bisa tenang. Dari perspektif agama mencegah penularan sama derajatnya dengan melakukan ibadah," pungkas Hasbullah.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id