November, Chevron Kembali Lanjutkan Pengeboran di Blok Rokan

    Suci Sedya Utami - 30 September 2020 13:04 WIB
    November, Chevron Kembali Lanjutkan Pengeboran di Blok Rokan
    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: PT Chevron Pacific Indonesia  (CPI) akan melanjutkan kembali pengeboran di Blok Rokan mulai November 2020. Langkah itu usai ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengakselerasi investasi di blok tersebut.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI mengatakan dalam dua tahun terakhir di 2019-2020, kecuali di November tahun ini, CPI tidak melakukan pengeboran di wilayah kerja migas tersebut, lantaran kontrak operasionalnya akan habis pada Agustus 2021 dan digantikan oleh PT Pertamina (Persero).






    "Dengan HoA kemarin maka diharapkan akan mulai pengeboran di November 2020, pada masa transisi sebelum wilayah kerja berakhir sebagai usaha menahan laju penurunan produksi karena dua tahun tanpa ada pengeboran," kata Dwi, di Jakarta, Rabu, 30 September 2020.

    Dalam rangka mengoptimalkan tingkat produksi Blok Rokan selama masa peralihan, Dwi mengatakan pemerintah perlu mengawal kelanjutan investasi sebelum Kontrak Kerja Sama (KKS) blok tersebut berakhir.

    Oleh sebab itu dibutuhkan HoA dan amandemen KKS Blok Rokan yang berisi ruang lingkup kegiatan pengeboran dan pengembalian biaya investasi di akhir masa KKS, serta biaya pencadangan Abandonment and Site Restoration yang belum diatur secara jelas dalam KKS generasi tersebut.

    Ia bilang perjanjian ini bersifat win-win solution bagi kedua belah pihak karena dengan adanya kejelasan pengembalian investasi maka harapannya produksi Blok Rokan tidak menurun. Dengan adanya perjanjian ini, memungkinkan PT CPI untuk melakukan kegiatan pengeboran di Blok Rokan sebelum berakhirnya masa kontrak di Agustus 2021.

    "Ini merupakan cara kami untuk memastikan tingkat produksi dapat terus terjaga pada saat transisi dan masa-masa berikutnya yang tentu saja akan sangat bermanfaat baik bagi pemerintah maupun kontraktor berikutnya. Dalam jangka pendek, ini adalah salah satu langkah nyata menjaga produksi migas 2021 tidak turun,” tutur Dwi.

    Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Pertamina ini mengatakan, sebanyak 200 pengeboran ditargetkan di Blok Rokan pada 2021. Dari jumlah tersebut, CPI akan mengebor sekitar 110-114 sumur sebelum hengkang dari Blok Rokan.

    Adapun tahun ini target produksi siap jual (lifting) minyak blok Rokan jika sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (2020) sebesar 170,7 Ribu bph dan target Work Plan and Budget (WP&B) 161 ribu bph dengan realisasi hingga kuartal I lalu mencapai 182,3 ribu bph.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id