Cegah Limbung, Industri Kreatif Perlu Segera Adaptasi Digitalisasi

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 20:45 WIB
    Cegah Limbung, Industri Kreatif Perlu Segera Adaptasi Digitalisasi
    Ilustrasi. Foto: MI/Adam



    Jakarta: Para pelaku industri kreatif menjadi salah satu sektor yang terdampak signifikan akibat pandemi covid-19. Bila tidak segera beradaptasi dengan digitalisasi, para pelaku industri ini dikhawatirkan bakal limbung berkepanjangan, parahnya bisa bangkrut dan tutup permanen.

    Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio melihat industri kreatif saat ini berkaitan erat dengan ekonomi digital. Bila ingin bertahan dan menjadi juara di tengah pandemi, para pelaku industri kreatif harus segera mengadaptasi digitalisasi.

     



    "Even sekalipun jualannya bisa melalui ticketing digital, distribusinya bisa menggunakan digital, marketingnya juga. Atau misalnya subsektor lain di ekonomi kreatif seperti penjualannya juga bisa dijual melalui e-commerce dan lain sebagainya," ujar Wishnutama dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-52 secara virtual, Rabu, 7 April 2021.

    Eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menekankan pentingnya para pelaku industri kreatif untuk segera mengaplikasikan digitalisasi. Bila tidak, para pelaku sektor serupa dari luar negeri siap melahap pasar besar yang ada di Indonesia.

    Wishnutama memberi contoh pada aplikasi komunikasi Zoom yang selama pandemi covid-19 marak dipergunakan untuk pertemuan. Selama 2020, pertumbuhan pendapatan aplikasi Zoom mencapai lebih dari 28 ribu persen.

    "Jadi boleh dibilang atau bisa saya katakan bahwa yang paling mendapatkan manfaat di era pandemi ini bukan bangsa kita walaupun ada pertumbuhan di berbagai macam platform digital. Platform-platform Indonesia itu hanya kecil pertumbuhannya, mungkin dari segi user iya, tapi dari segi volume dan transaksinya tidak sama sekali," tukasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat juga menginginkan para pelaku industri kreatif, khususnya seniman, memanfaatkan teknologi digital dalam pertunjukannya. Salah satunya ialah pemanfaatan digital pada pertunjukan wayang.

    "Itu juga harus dilihat, karena bisa memberikan dampak untuk dua sisi di sini. Bukan hanya bagi para pelaku industrinya sendiri, tetapi orang yang biasa yang kemudian melakukan interaksi di dalamnya," papar Rerie, sapaannya.

    Pertunjukan wayang bukan hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dalam 'penyehatan' jiwa para penontonya. Hal inilah yang dilihat Rerie sebagai ruang yang perlu dielaborasi lebih dalam bagi para pelaku industri kreatif.

    Rerie juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama memberi perhatian lebih bagi pemulihan industri kreatif di tanah air. Diperlukan pula prioritas tinggi agar industri kreatif dapat segera pulih dan menjadi pendorong perekonomian nasional.

    "Satu lagi, dalam hal ini tidak lepas dari keterlibatan dari para pekerja seni dan interaksinya dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan keseharian kita. Saya rasa inilah yang harus kita gali agar kita bisa mendapatkan pikiran-pikiran segar, pandangan-pandangan baru yang dapat kita sampaikan bersama kepada para pemangku kepentingan," tutup Rerie.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id