Hingga Mei, Harga Kedelai Diprediksi Masih Terus Naik

    Annisa ayu artanti - 11 Januari 2021 15:12 WIB
    Hingga Mei, Harga Kedelai Diprediksi Masih Terus Naik
    Ilustrasi. Foto: dok MI/Depi Gunawan.
    Jakarta: Harga kedelai yang melonjak cukup menjadi perhatian akhir-akhir ini. Harganya yang tinggi juga mengakibatkan bahan makanan olahan berbasis kedelai seperti tahu dan tempe juga mengalami peningkatan harga.

    Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi mengatakan tingginya harga tersebut disebabkan karena kedelai di Indonesia merupakan barang impor dan saat ini peminat kedelai masih sangat tinggi. Ia pun memperkirakan harga kedelai masih akan terus melambung hingga Mei 2021.

    "Harganya akan menguat terus, mungkin sampai akhir Mei 2021," kata Luthfi dalam konferensi pers Trade Outlook 2021 secara virtual, Senin, 11 Januari 2021.

    Kendati demikian, Lutfi menuturkan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hasil pertanian kedelai pada 2021 diperkirakan akan membaik. Brasil sebagai negara pemasok kedelai ke Indonesia juga menyatakan telah memproduksi kedelai lebih baik tahun ini. Atas dasar itu, ia juga memperkirakan harga kedelai baru mulai membaik pada Juni.

    "Kami lihat harga akan menguat terus sampai akhir Mei. Mudah-mudahan Juni mulai membaik," imbuhnya.

    Pada Desember 2020, harga kedelai dunia tercatat sebesar USD12,95 per bushels, naik sembilan persen dari bulan sebelumnya yang tercatat USD 11,92 per bushels.

    Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar USD461 per ton, naik enam persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat USD435 per ton.

    Harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp9.000 per kilogram (kg) pada November 2020 menjadi Rp9.300 hingga 9.500 per kg pada Desember 2020, atau mengalami kenaikan sekitar 3,33 persen sampai 5,56 persen.

    Faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia akibat dari lonjakan permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Pada Desember 2020, permintaan kedelai Tiongkok naik dua kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id