Kontraktor Tol Pekanbaru-Bangkinang Antisipasi Hambatan Cuaca Hujan

    Antara - 24 Januari 2021 12:37 WIB
    Kontraktor Tol Pekanbaru-Bangkinang Antisipasi Hambatan Cuaca Hujan
    Jalan Tol. Foto : MI/Ramdani.



    Pekanbaru: PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), menyatakan pengerjaan infrastruktur jalan bebas hambatan di Provinsi Riau saat ini mengalami kendala utama cuaca karena curah hujan di daerah tersebut tinggi.

    "Intensitas curah hujan yang tinggi membuat tim proyek harus melakukan sejumlah pekerjaan untuk menangani tanah yang basah, seperti pembuatan subdrain, memasang pompa di sekitar lokasi pekerjaan dan pekerjaan perkuatan tanah (soil improvement). Ini menjadi tantangan yang kerap kali dijumpai di lapangan," kata Direktur Utama HKI Aji Prasetyanti dikutip dari Antara, Minggu, 24 Januari 2021.






    Meski begitu, ia mengatakan HKI berupaya untuk menghadirkan solusi terbaik agar proyek Jalan Tol Trans Sumatera itu dapat selesai tepat waktu pada 2021, dengan tetap sesuai kualitas yang disyaratkan.

    "Kami juga rutin berkoordinasi dengan owner yakni Hutama Karya, sehingga tak hanya selesai tepat waktu namun kualitas konstruksi jalan yang kami bangun juga maksimal," katanya.

    Sebelumnya, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan tetap optimistis pengerjaan jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang akan selesai sesuai target yakni rampung pada tahun ini. Progres pembangunan konstruksi jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang hingga Januari 2021 mencapai 56 persen.

    "Pembangunan konstruksi pada Tol Pekanbaru-Bangkinang cukup progresif. Hingga saat ini, progres konstruksinya sudah mencapai 56 persen. Sedangkan untuk proses pembebasan lahan yakni kegiatan pemberian Uang Ganti Kerugian (UGK) bagi masyarakat terus berjalan dengan metode pembayaran langsung melalui LMAN oleh Kementerian PUPR," katanya.

    Ia menjelaskan Tol Pekanbaru-Bangkinang telah menerapkan teknologi BIM (Building Information Modelling) dalam tahap desain dan konstruksinya. Teknologi BIM merupakan representasi digital dari karakteristik fisik dan karakter fungsional suatu objek bangunan.

    "Dalam rangka peningkatan compliancy desain jalan sesuai dengan arahan Dirjen Bina Marga, kami telah menerapkan teknologi BIM pada Tol Pekanbaru-Bangkinang. Teknologi ini mengandung semua informasi mengenai elemen bangunan yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur bangunan, sejak konsep hingga demolisi. Penggunaan teknologi BIM ini kami harapkan dapat mempercepat proses desain sehingga membuat pekerjaan dilapangan menjadi lebih efektif dan efisien dari segi biaya, mutu dan waktu,” jelasnya.

    Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 Kilometer (Km) merupakan bagian dari koridor pendukung (sirip) JTTS, yakni ruas Pekanbaru-Padang sepanjang 254 Km.

    Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan jika terhubung secara keseluruhan, maka ruas Tol Pekanbaru-Padang akan berdampak besar pada kemajuan ilmu teknologi infrastruktur di Indonesia.

    "Setelah berdiskusi dengan pihak Hutama Karya, akan ada rencana teknik pembuatan terowongan sepanjang 10 Km dengan kedalaman 200 meter. Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, ini berdampak besar bagi teknologi infrastruktur di Indonesia. Biasanya terowongan identik dengan negeri Sakura atau Jepang, sekarang kita terapkan di Indonesia," kata Firdaus. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id