Pemerintah Jamin Ketersediaan Daging Sapi Cukup Penuhi Kebutuhan Nasional

    Annisa ayu artanti - 22 Januari 2021 10:44 WIB
    Pemerintah Jamin Ketersediaan Daging Sapi Cukup Penuhi Kebutuhan Nasional
    Ilustrasi. FOTO: MI/SAFIR MAKKI



    Jakarta: Pemerintah menegaskan stok daging sapi saat ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan nasional dan dijamin permintaan daging sapi di pasar rakyat dapat terpenuhi. Masyarakat tidak perlu khawatir ada isu kelangkaan karena pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan komoditas tersebut.

    "Saat ini stok daging sapi tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menjaga stok agar masyarakat tetap memiliki akses ke daging sapi," ungkap Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Januari 2021.






    Sebelumnya, Dewan Pembina Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta melakukan mogok penjualan daging sapi di pasar rakyat se-Jadetabek karena ada kenaikan harga karkas ditingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang.

    Menanggapi hal tersebut, Suhanto menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan APDI dan memperoleh informasi bahwa harga karkas di tingkat RPH mengalami penyesuaian sekitar 11,6-12,6 persen pada Januari 2021.

    Adapun kenaikan harga karkas di RPH saat ini dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia selama satu semester terakhir, yang pada Juni 2020 masih berada di kisaran USD2,8 per kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi USD3,78 per kg berat hidup.

    Faktor utama penyebab kenaikan harga sapi bakalan di Australia diakibatkan adanya program repopulasi, pemenuhan permintaan konsumsi dalam negeri, dan peningkatan permintaan dari negara lain terutama di tiga bulan terakhir di negara tersebut.

    "Sebagai upaya menindaklanjuti mogok sebagian pedagang daging sapi di wilayah Jadetabek, dalam jangka pendek Kemendag telah berkoordinasi dengan pemasok daging sapi dan APDI untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan dan ketersediaan daging di pasar di wilayah Jadetabek," kat Suhanto.

    Para pedagang daging sapi potong pada 19 Januari 2021 lalu memutuskan untuk mogok selama tiga hari sejak 20-22 Januari 2021. Mogok ini terjadi akibat melambungnya harga daging sapi menjadi Rp125 ribu per kilogram. Maman, salah satu pedagang daging di Pasar Borobudur, Kecamatan Ciledug, mengatakan harga daging sapi potong semula Rp83 ribu.

    Sedangkan kini menjadi Rp96 ribu dari rumah potong hewan. "Kenaikan dari harga sapi potong Rp83 ribu sekarang Rp96 ribu berarti naik Rp13 ribu per kilogram. Seumpama bobot sapi ada 5 kuintal kali Rp13 ribu, ya Rp5 juta kan," ujarnya saat ditemui, Selasa, 19 Januari 2021.

    Maman menjelaskan untuk harga di pasar sekarang menjadi Rp125 ribu, dari sebelumnya Rp100 sampai Rp110 ribu daging sapi potong per kilogram. Sedangkan harga Rp125 ribu per kilogram, merupakan harga saat Lebaran.

    "Harusnya kan kalau harga normal Rp100 ribu sampai dengan Rp110 ribu saja. Jadi kalau sudah di angka Rp125 ribu itu sudah enggak normal," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id