comscore

Holding PTPN Wujudkan Ketahanan Gula Nasional

Husen Miftahudin - 18 Oktober 2021 12:08 WIB
Holding PTPN Wujudkan Ketahanan Gula Nasional
Ilustrasi produksi gula PTPN - - Foto: MI/ Angga Yuniar
Jakarta: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendorong perbaikan kinerja operasional di seluruh PTPN Gula dengan memberikan subsidi bibit unggul kepada para petani tebu.

"Perbaikan kinerja operasional dicapai melalui beberapa upaya, salah satunya dengan pemberian subsidi bibit tebu unggul kepada petani tebu. Petani merupakan salah satu mitra strategis dan garda terdepan bagi program ketahanan gula nasional," ucap Direktur Pengembangan dan Produksi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mahmudi, dalam siaran persnya, Senin, 18 Oktober 2021.
Adapun pemberian subsidi bibit tebu ini dilakukan secara simbolis kepada petani binaan Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, salah satu PG milik PTPN X. Di PTPN X, Holding PTPN memberikan bantuan bibit unggul untuk luasan lahan 496 hektare kepada 386 petani tebu binaan.

Mahmudi menuturkan bahwa pemberian bibit tebu unggul merupakan salah satu program untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus upaya untuk menurunkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani tebu.

Subsidi bibit ini akan meningkatkan potensi produksi hablur per hektar, yang tentunya diimbangi dengan pengawalan teknis budidaya tebu secara ketat dan kontinu.

"Pemberian subsidi bibit tebu unggul ke petani tebu rakyat di Indonesia sebagai upaya untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian swasembada gula konsumsi nasional," tegasnya.


Holding Perkebunan Nusantara PTPN III memberikan bantuan bibit unggul kepada petani binaan PTPN gula miliknya, yaitu PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, dan PTPN XII. Pada masa tanam 2020/2021 lalu, Holding PTPN memberikan bantuan bibit unggul untuk lahan seluas 1.307 hektare.

Sedangkan untuk masa tanam 2021/2022, total luas lahan yang mendapatkan bantuan bibit unggul ini adalah 1.563 hektare, untuk tebu kategori PC sebesar 1.135 hektare dan untuk tebu kategori Bongkar Ratoon sebesar 428 hektare. Angka ini meningkat 19,6 persen jika dibandingkan tahun lalu.

"Rencananya, pada masa tanam 2022/2023, subsidi bibit unggul tebu diberikan untuk luasan lahan tebu sejumlah 4.167 hektare," papar dia.

Mahmudi menekankan bahwa transformasi akan terus dilakukan, khususnya dalam sektor kinerja yang akan diikuti dengan perbaikan di sisi off farm. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III melalui seluruh anak perusahaan akan melakukan pengawasan dan evaluasi dalam setiap periode giling untuk menuju peningkatan kinerja dan ketercapaian target yang sudah dicanangkan.

"Transformasi bagi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III merupakan sebuah kewajiban, sehingga kami bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan menjadi perusahaan perkebunan kelas dunia. Selain itu, kesejahteraan petani sebagai mitra kami, akan terus ditingkatkan melalui program binaan dan kemitraan," beber Mahmudi.

Pada saat yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan Indonesia untuk menjadi negara dengan kekuatan industri gula yang solid. Untuk menuju swasembada gula konsumsi, maka diperlukan kolaborasi dengan petani rakyat dan instansi lain.

"Saya juga meminta keterlibatan petani tebu rakyat untuk keberlangsungan peningkatan produksi komoditi tebu guna meningkatkan ekspor gula dan mengurangi impor agar tercapai swasembada," pungkas Erick.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id