Embusan Oksigen Pertamina Sambung Nafas Pasien Covid-19

    Annisa ayu artanti - 27 Oktober 2021 11:49 WIB
    Embusan Oksigen Pertamina Sambung Nafas Pasien Covid-19
    Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau langsung kedatangan enam isotank di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Agustus 2021 lalu. Foto: dok. Pertamina.



    Jakarta: Hampir dua tahun berlalu, pandemi covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, belum kunjung usai. Setelah menghadapi gelombang pertama, masyarakat Indonesia sempat kembali dibuat kewalahan dengan gelombang kedua covid-19 yang terjadi pada Juli 2021 lalu.

    Saat itu situasi lebih pelik, karena banyak masyarakat yang terinfeksi virus korona terlantar di selasar instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit. Oksigen yang disediakan gratis oleh Tuhan pun sulit dinikmati oleh penderita penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu. Alhasil, banyak pasien membutuhkan bantuan napas untuk menyambung hidup berupa oksigen dalam kemasan atau oksigen medis.

     



    Kondisi itu kemudian menciptakan efek domino yakni kelangkaan oksigen medis di sejumlah wilayah, terutama di Jawa dan Bali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Kementerian Industri saat itu kebutuhan oksigen medis untuk pasien covid-19 meningkat hingga lima kali lipat.

    Konversi pasokan oksigen

    Merespons situasi tersebut, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginstruksikan untuk mengkonversi seluruh pasokan oksigen industri menjadi oksigen medis.

    "Kita bikin konversi oksigen industri semua full ke oksigen farmasi. Kekurangan kita ini bisa nanti terpenuhi, jika semua oksigen itu semua kita fokus ke oksigen farmasi," katanya, Senin, 5 Juli 2021 lalu.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga meminta kepada seluruh perusahaan pelat merah untuk membantu pemenuhan ketersediaan alat bantu napas tersebut, salah satunya kepada Pertamina Group termasuk di dalamnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

    "Tentunya, kami akan senantiasa terus memaksimalkan peran BUMN dalam membantu penanganan covid-19 di Indonesia," tulis Erick dalam akun Instagram pribadinya.

    Pertamina langsung mengerahkan anak usahanya untuk membantu pemerintah dalam penanganan covid-19. Mulai dari penyaluran kebutuhan oksigen pasien covid-19 hingga penyediaan infrastruktur, sarana dan fasilitas (Sarfas) pendukung, salah satunya melalui fasilitas ISO Tank atau tangki oksigen yang dioperasikan oleh Pertamina Group.

    Embusan Oksigen Pertamina Sambung Nafas Pasien Covid-19
    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meninjau RS Modular Pertamina Tanjung Duren pada Jumat, 6 Agustus 2021. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.)

    Kala itu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati bilang, pihaknya berkomitmen penuh mendukung proses percepatan penyaluran pasokan oksigen medis melalui sinergi lintas direktorat dan lintas anak usaha.

    Penyaluran dan pendistribusian tangki oksigen dikoordinasikan oleh direktur logistik dan infrastruktur yang didukung oleh Subholding Gas untuk koordinasi penyediaan tangki serta Subholding Commercial dan Trading untuk koordinasi transportasi darat (Head Truck dan Bed Trailer) penyaluran tangki.

    Lalu untuk memastikan sasaran dan kelancaran penyaluran oksigen bagi Rumah Sakit yang membutuhkan, Pertamina menugaskan fungsi corporate secretary untuk melakukan koordinasi di lapangan, termasuk dengan stakeholder baik Kementerian sektor, badan usaha baik BUMN dan swasta.

    "Gerak cepat ini merupakan salah satu bukti kontribusi Pertamina dalam mendukung Pemerintah dan membantu masyarakat yang sedang terpapar covid-19 dan membutuhkan penanganan serius di Rumah Sakit," ucap Nicke.

    Pendistribusian oksigen medis

    Setelah tiga minggu bergelut dengan waktu dalam penanganan kelangkaan oksigen, Pertamina  Group berhasil mendistribusikan bantuan oksigen medis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ditujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Oksigen yang ditujukan bagi pasien terpapar covid-19 itu tersalurkan ke 206 Rumah Sakit (RS) dengan total oksigen cair sebesar 1.335 ton.

    Tercatat, pelaksanaan penyaluran oksigen yang berlangsung sejak 6 Juli 2021 itu telah menjangkau wilayah DKI Jakarta sebanyak lima RS, Banten lima RS, Jawa Barat 56 RS, Jawa Tengah 72 RS, DI Yogyakarta 46 RS, Jawa Timur 12 RS, dan Bali 10 RS.

    Dalam menjalankan distribusi oksigen, Pertamina Group melakukannya berdasarkan jumlah total kebutuhan oksigen di provinsi yang diinformasikan oleh Kementerian Kesehatan. Sementara dalam hal penyaluran bantuan oksigen Pertamina Group melibatkan Subholding Gas PGN, PT Pertamina Gas dan PT Gagas), Subholding Commercial & Trading (PT Pertamina Patra Niaga dan PT Patra Logistik) dan PT Elnusa Petrofin.

    Embusan Oksigen Pertamina Sambung Nafas Pasien Covid-19

    Pertamina Group menambah kapasitas penyaluran oksigen medis untuk para pasien covid-19 sebesar 50 persen pada Agustus 2021 lalu. (Foto: dok. Pertamina)

    Menurutnya, semua langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina sekaligus implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).

    Tim tanggap darurat bantuan oksigen

    Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan, sesuai arahan Holding Pertamina, Subholding Gas Grup berupaya mengerahkan kapasitas yang dimiliki untuk turut membantu peningkatan suplai oksigen medis.

    Subholding Gas juga membentuk Tim Tanggap Darurat Bantuan Oksigen yang terdiri dari anak perusahaan yaitu PT Pertamina Gas, PT Pertamina Gas Niaga, dan PT Gagas Energi Indonesia yang berperan aktif dalam membantu penyediaan oksigen ke berbagai rumah sakit di Pulau Jawa, khususnya di East Operation Region yang mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

    "Bantuan oksigen medis juga sebagai semangat Energizing You dan gotong royong Holding Migas dalam menghadapi peningkatan kasus covid-19," jelas Rachmat.

    Atas gerak cepat yang dilakukan Pertamina Group Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengapresiasinya. Upaya Pertamina Group dalam membantu dan mendukung distribusi pasokan oksigen medis bagi penanganan covid-19 diharapkan bisa menjadi teladan perusahaan lain.

    "Semakin banyak BUMN dan perusahaan swasta turut berpartisipasi, maka kelangkaan oksigen di berbagai rumah sakit bisa teratasi," kata Saleh.

    Tak hanya menyediakan oksigen, Pertamina sebagai BUMN penyedia energi juga aktif membantu penanganan covid-19, seperti menyalurkan obat-obatan, APD bagi tenaga medis, dan juga peralatan untuk donor plasma konvalesen. Bahkan, Pertamina menyediakan lahan untuk pembangunan RS Modular Pertamina yang berlokasi di Tanjung Duren.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id