AUTP Jadi Jaring Pengaman Petani Tulungagung Agar Tak Merugi Saat Gagal Panen

    Gervin Nathaniel Purba - 24 Juni 2021 16:29 WIB
    AUTP Jadi Jaring Pengaman Petani Tulungagung Agar Tak Merugi Saat Gagal Panen
    Ilustrasi. (Foto: Antara/ Iggoy el Fitra)



    Jakarta: Lahan pertanian seluas 300 hektar di Kecamatan Kedungwaru, Karangrejo, Kauman dan Kota kerap terendam air dan gagal panen. Kondisi ini dipicu oleh saluran siphon Desa Winong dan Majan yang dianggap kurang memadai.

    Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau petani di tiga kecamatan di Tulungagung tersebut mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, AUTP merupakan proteksi kepada petani agar tak merugi ketika mengalami gagal panen akibat berbagai macam hal yang dipersyaratkan, dan untuk biaya menanam kembali di musim tanam berikutnya.

     



    "Dengan AUTP, petani mendapat perlindungan, mendapat proteksi agar tak mengalami kerugian ketika terjadi gagal panen akibat dampak perubahan iklim dan gangguan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan," ujar Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 24 Juni 2021.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil melanjutkan, proteksi yang diberikan AUTP dimaksudkan agar petani tak kehilangan daya produktivitasnya ketika terjadi musibah gagal panen. 

    "Karena mereka akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim dari AUTP. Jadi, AUTP ini merupakan jaring pengaman bagi petani," tutur Ali.

    Menurut Ali, AUTP merupakan bagian dari mitigasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian Indonesia. Ali sadar betul jika pertanian adalah sektor yang rentah terhadap berbagai macam situasi. 

    "Dalam kondisi dan situasi apapun pertanian tak boleh terganggu. Petani harus tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitasnya. Jika ada kendala, akam ada pertanggungan dari asuransi bagi petani yang mengikuti program ini. Pertanggungan inilah yang bisa dimanfaatkan petani agar bisa terus berproduksi," kata dia.

    Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati menjelaskan, program AUTP sama sekali tak memberatkan petani. Premi yang dibayarkan cukup murah, hanya cukup Rp36 ribu per hektar per musim. 
    "Sisanya sebesar Rp144 ribu sudah disubsidi oleh pemerintah melalui ABPN. Jadi selain tak memberatkan petani, AUTP ini juga memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan petani," kata Indah.

    Untuk mengikuti program ini cukup mudah. Petani harus bergabung dengan kelompok tani dan mengikutsertakan lahan mereka dalam asuransi 30 hari sebelum masa tanam dimulai.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id