Covid-19 Tidak Halangi Upaya Perluas Pasar Ekspor

    Antara - 11 Juli 2020 10:29 WIB
    Covid-19 Tidak Halangi Upaya Perluas Pasar Ekspor
    Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya memperluas akses pasar ekspor meskipun pandemi covid-19 menghambat perundingan perdagangan internasional. Perluasan akses ekspor menjadi penting dengan harapan berkontribusi positif terhadap perekonomian.

    "Kita menganggap pandemi sebagai tantangan dan kita tidak menyerah menghadapi tantangan itu. Kita bertekad terus maju agar agenda pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memperluas akses ekspor bisa terlaksana. Ini buat rakyat Indonesia," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Jerry mengakui pandemi covid-19 telah memberikan dampak pada berbagai bidang, termasuk dalam perundingan dagang yang dilakukan Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perdagangan.

    Jerry mencontohkan beberapa waktu lalu perundingan I-EU CEPA putaran ke-4 tidak jadi dilaksanakan di Bali karena merebaknya covid-19 di Eropa, termasuk di Belgia, markas besar Uni Eropa. Karena itu, Kementerian Perdagangan mengajak semua pihak mencari cara agar perundingan dagang tetap bisa berjalan.

    "Kita kan melihatnya ke depan, bukan hanya terjebak dalam saat-saat pandemi ini saja. Sama seperti bidang lain, kita memang harus menyesuaikan diri. Akhirnya memang pihak-pihak mitra kita setuju untuk lebih banyak mengadakan perundingan secara virtual," ujar Wamendag.

    Metode virtual ini kemudian dipakai dalam perundingan di tingkat ASEAN hingga G-20. Jerry mencontohkan lagi dalam bulan lalu, beberapa kali ASEAN Economic Ministerial Meeting dilakukan secara virtual. Begitu juga untuk perundingan perdagangan baik dalam konteks CEPA maupun FTA.

    Banyak kelompok kerja (working group) yang bersidang melalui teleconference. Hal ini memberikan dampak signifikan dalam percepatan perundingan dagang. Menurut Jerry, beberapa perundingan dagang mungkin tidak sesuai target penyelesaiannya karena hambatan itu.

    "Tetapi harus kita tekankan bahwa banyak persamaan-persamaan pandangan yang sudah tercapai antara Indonesia dengan mitra perundingan kita. Misalnya dalam hal I-EU CEPA, banyak jenis atau item yang dirundingkan sudah berada pada jalur yang benar. Ada kesamaan frekuensi antara kita dengan Uni Eropa. Dan itu sangat positif sekali," pungkas Jerry.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id