Pembangunan Pipa CB III Dikebut hingga 2021

    Suci Sedya Utami - 13 Mei 2020 17:41 WIB
    Pembangunan Pipa CB III Dikebut hingga 2021
    Pipa Pertamina - - Foto: Antara/ R Rekotomo
    Jakarta: PT Hutama Karya (Persero) Tbk mengebut pengembangan Pipa CB III milik Pertamina di Lomanis-Tasikmalaya. Proyek yang dikerjakan bersama PT Timas Suplindo (Timas) ini ditargetkan rampung 2021.

    Proyek ini merupakan satu di antara rangkaian paket pekerjaan pemasangan pipa yang direncanakan terpasang dari Cilacap hingga Bandung (CB). Pembangunan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) senilai Rp358 miliar ini telah dimulai sejak Desember 2018 dan progresnya sudah mencapai 42,75 persen.

    Pengembangan Pipa CB III dilakukan lantaran setelah beroperasi selama lebih dari 38 tahun, pipa CB I Lomanis-Tasikmalaya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan suplai bahan bakar oleh Pertamina.

    Project Manager Pengembangan Pipa CB III Lomanis-Tasikmalaya Dody Dewanto menyatakan Hutama Karya dan Timas mengerjakan pemasangan pipa minyak dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lomanis hingga TBBM Tasikmalaya dengan total pipa sepanjang 126,5 km.

    "Kami berharap pemasangan pipa ini dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Kendala utama saat ini adalah musim hujan karena pengeboran dengan kedalaman 4-8 meter tersebut akan memakan waktu mengingat kondisi tanahnya yang basah sehingga agak menyulitkan," kata Dody dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Mei 2020.

    Pipa CB III nantinya akan mengalirkan bahan bakar minyak meliputi solar, premium, pertalite, dan pertamax dengan desain rencana kecepatan aliran mencapai 900 km/jam. Pipa CB III didesain menggunakan pipa dengan diameter 20 inch atau sekitar 50 cm, lebih besar dari pipa CB I dan CB II.

    Dalam strategi pelaksanaannya, pemasangan pipa CB III menggunakan beberapa metode kerja di antaranya metode konstruksi open cut dan dan metode HDD (Horizontal Directional Drilling). Hal ini dikarenakan jalur pipa melalui beberapa macam area, diantaranya pemukiman, sungai, crossing rel kereta api, pantai, dan bahkan kuburan.

    Metode tersebut membawa banyak manfaat untuk menghemat biaya recovery jalur yang dilewati, serta menghindari kerusakan yang tidak perlu akibat kebocoran pipa. Pasalnya, jalur pemasangan pipa CB III berada di jalur yang sama dengan Pipa CB I dan CB II, sehingga pemasangan dilakukan secara hati-hati.


    "Hingga April 2020, progres pembangunan proyek ini telah mencapai 42,75 persen. Diharapkan dengan selesainya Pipa CB III Lomanis-Tasikmalaya ini mampu mendorong peningkatan kapasitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang lebih banyak dari TBBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya, sehingga mendukung pemenuhan kebutuhan BBM untuk masyarakat," jelas Dody.

    Porsi Health, Safety, Security and Environmental (HSSE) pada proyek ini memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding proyek infrastruktur pada umumnya yaitu mencapai 4,64 persen dari nilai kontrak.

    Sebagai informasi, porsi HSSE pada proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan pada umumnya berkisar di antara 1-2 persen, sedangkan HSSE pada proyek EPC memiliki porsi lebih besar yaitu berkisar di antara 3-5 persen.  



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id