Permasalahan Listrik di Blok Rokan Diminta Selesai di 100 Hari Transisi

    Anggi Tondi Martaon - 02 Mei 2021 12:17 WIB
    Permasalahan Listrik di Blok Rokan Diminta Selesai di 100 Hari Transisi
    Ilustrasi blok rokan. Foto: AFP



    Jakarta: Pasokan listrik menjadi salah satu kendala transisi alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Permasalahan tersebut harus segera diatasi dalam 100 hari transisi.

    "100 hari itu tidak lama loh, Pertamina tidak boleh gegabah, harus mengambil langkah cepat," kata Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Achmad dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Mei 2021.

     



    Legislator asal daerah pemilihan Riau 1 itu menjelaskan selama ini pasokan listrik Blok Rokan dipasok PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN). Mayoritas saham MCTN dimiliki oleh Chevron Standar Limited (CSL).

    "CSL tidak mau menyerahkan begitu saja pembangkitnya," ungkap dia.

    Kondisi tersebut tentu menjadi hambatan. Eks Bupati Rokan Hulu itu meminta permasalahan ini diatasi secepatnya.

    "Kalau memang bisa, Pertamina duduk bersama dulu dengan PT Mandau, ambil kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak. Jika akhirnya mentok, baru cari plan lain sebelum masa transisi itu tiba," sebut dia.

    Dia berharap produksi minyak Blok Rokan dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Riau. Sebab, pendapatan daerah Riau sangat bergantung pada bagi hasil migas.

    Blok Rokan memiliki 96 lapangan. Sebanyak tiga lapangan di Duri, Minas, dan Bekasap dinilai berpotensi menghasilkan minyak dengan sangat baik.

    "Kita berharap Pertamina Hulu Rokan akan memberi yang terbaik bagi Provinsi Riau dan Indonesia," pungkasnya.

    Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan pasokan listrik untuk Blok Rokan aman setelah dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Blok Rokan akan tetap menggunakan Pembangkit Tenaga Listrik Gas Uap (PLTGU) yang dioperasikan oleh PT MCTN.
     
    Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan meskipun tiga bulan menjelang transisi kelola pada 8 Agustus 2021 operator baru pembangkit tersebut belum menemui kejelasan, namun pihaknya akan tetap memastikan PLTGU tersebut tetap beroperasi untuk menyuplai listrik dan uap demi menjaga produksi di Blok Rokan.

    Di sisi lain, Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dan uap (PJBTLU) dengan PLN sebagai pemasok. Namun, PLN membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk membangun infrastruktur kelistrikan ke Blok Rokan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id