Teten: Pengembangan UMKM Jadi Prioritas setelah Pembangunan Infrastruktur

    Ilham wibowo - 27 Oktober 2020 14:22 WIB
    Teten: Pengembangan UMKM Jadi Prioritas setelah Pembangunan Infrastruktur
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Foto : Medcom.
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan bahwa pemerintah telah fokus memprioritaskan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa berkembang. Kegiatan ekonomi kerakyatan tersebut perlu segera bertransformasi.

    "Oleh Pak Presiden saat ini kami dijadikan prioritas, pengembangan koperasi dan UMKM menjadi prioritas setelah pembangunan infrastruktur," kata Teten di forum webinar Asosiasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Alasan UMKM menjadi prioritas untuk dikembangkan bukan tanpa sebab. Sektor yang melibatkan 97 persen tenaga kerja di Tanah ini perlu merebut pasar ekonomi digital yang akan menempatkan Indonesia pada posisi pertama di ASEAN pada 2025.

    Teten menuturkan dengan 300 juta jiwa penduduk Indonesia di lima tahun mendatang, pasar ekonomi digital diperkirakan mencapai Rp18 ribu triliun. Potensi itu pun perlu diambilnya alih oleh kekuatan UMKM domestik yang hingga saat ini implementasi teknologi digitalnya baru dimanfaatkan 16 persen.

    "Pasar digital Indonesia di ASEAN pada 2025 diprediksi akan paling besar yaitu sekitar Rp18 ribu triliun, nah kita harus menyiapkan pasar digital di Indonesia jangan sampai diserbu oleh produk asing atau impor," ungkap Teten.

    Agenda transformasi yang paling penting dan diutamakan yakni upaya mendorong UMKM beralih dari offline ke online. Digitalisasi UMKM, kata Teten, tak sekadar hanya mengenal internet melainkan mengerti bisnis proses dalam ekosistem ekonomi digital.

    "Bukan hanya mengakses pasar yang lebih besar atau membuka peluang usaha yang besar bagi usaha mikro kecil dan menengah tetapi juga bagaimana bisnis prosesnya juga menggunakan teknologi digital yang lebih efisien yang memungkinkan UMKM terhubung ke ekosistem pengembangan kewirausahaan supaya ada peningkatan," papar Teten.

    Teten melanjutkan, agenda prioritas pengembangan UMKM juga telah dituangkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja untuk menghadapi tantangan yang selama ini menghambat. Selain mudah mengurus beragam perizinan, akses pasar agar produk UMKM mendominasi konsumsi domestik juga dimunculkan.

    "UU Cipta kerja sudah memberikan kepastian hukum 40 persen belanja kementerian dan lembaga sekarang untuk UMKM dan ini akan kita permudah prosesnya lewat katalog elektronik LKPP," tuturnya. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id